Beranda Hukum Kriminal Pembantai Ispandi Sekeluarga Berasal dari Lampung Tengah dan Tanggamus

Pembantai Ispandi Sekeluarga Berasal dari Lampung Tengah dan Tanggamus

942
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDALAMPUNG – Tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan Ispandi sekeluarga, pada 8 Juli 2014 lalu, yang ditangkap Tim Khusus gabungan Polda Lampung dan Polres Tanggamus, Kamis (7/8) sekitar pukul 14.00 WIB bukan orang jauh. Mereka berasal dari Kalirejo–wilayah Lampung Tengah yang lebih dekat dengan Kabupaten Tanggamus– dan dari Kota Agung, Tanggamus.  Selain ketiga tersangka yang berhasil diamankan, tim khusus gabungan berhasil menagkap lima tersangka yang menjadi penadah barang dari hasil curian.

Dalam ekspose kasus di Polda Lampung, Jumat (8/8), Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko mengatakan, ketiga tersangka yang berhasil diamankan adalah Endang Waluyo (29) warga Desa Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah ; Wawan Sutiawan (26), warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, dan Hendra Prasetyo (27), warga Kelurahan Pekon Talagening, Kecamatan Kota Agung Barat, Tanggamus. (Baca: Kapolda Intruksikan Anak Buahnya Segera Ungkap Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga)

“Sementara tersangka bernama Yobi yang bekerja sebagai pegawai harian lepas (Plh) Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang kini masih buron (DPO). Polisi masih mengejar. Kami yakin tersangka masih berada di wilayah Lampung,” kata Heru Winarko, Jumat (8/8).

Menurut Heru tersangka Wawan dan Hendra ditangkap di  Kota Agung, Tanggamus, Kamis (7/8) sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan keterangan kedua tersangka, petugas kemudian menangkap Endang Waluyo di Bekasi Timur, Jawa barat sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari tangan para tersangka polisi menyita dua buah celurit, sepucuk senjata api mainan jenis korek, dua utas kabel parabola, satu gulungan lakban warna hitam, kartu ATM Mandiri, dan satu unit sepeda motor Suzuki Spin milik pelaku yang digunakan saat menjalankan aksi perampokan disertai pembunuhan.

“Ketiga tersangka tersebut merupakan eksekutor Ispandi, Lisa Puspita (istri Ispandi), Jihan Arbela (anak Ispandi), dan pembantunya. Para korbannya dibunuh dengan cara menjerat leher menggunakan kabel dan dibekap mulutnya.  Ispandi yang pertama dibunuh. Lalu anak Ispandi bernama Jihan Arbela dibunuh dengan cara dibekap dengan bantal bahkan sepat diinjak perutnya,” kata Heru.

Menurut Heru, para tersangka mengaku, Lisa Puspita sebelum dibunuh sempat meminta izin untuk menunaikan shalat Isya. Setelah salat isya, tersangka Endang Waluyo, Yobi,Wawan Sutiawan, dan Hendra Prasetyo mengeksekusi Lisa.

“Sebelum dibunuh, Lisa sempat meminta izin salat. Endang mengizinkan, setelah itu Lisa yang sedang mengandung lima bulan kemudian dibunuh. Kejahatan yang dilakukan pera tersangka murni kriminalitas, untuk mengenai adanya motif pembunuhan masih dilakukan pendalaman apakah ada motif  lain yang dilakukan oleh tersangka, ” jelas dia.

Selain ketiga tersangka, tim khusus gabungan berhasil mengamankan kelima tersangka yang merupakan sebagai penadah barang dari hasil curian.

Kelima tersangka tersebut adalah Supriyanto (21) warga Kelurahan Kalisari, Kecamatan Losari, Kabupaten  Cirebon, Jawa Barat ; Ridwan Ismail (21), warga Desa Tegal Melati, Dusun Sigorok, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah ; Izhar Saputra (24), warga Jalan Kalipaten No. 74 Kecamatan Kelapa Dua Depok Blok 7 Gunung Doh Serrumpun Jaya, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus ; Heru Setiawan (21) warga Desa Wat Galih, Kec. Jatinegara, Tegal dan tersangka Juanda Amin (24) warga Kelurahan Kedaton, Kec. Kalianda Lampung Selatan.

“Kelima tersangka, ditangkap di daerah Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (5/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Dari kelima tersangka, barang bukti yang kami sita berupa satu unit blackberry Z3, satu unit Blackberry bold, satu unit telepon genggam jenis Samsung Galaxy Duo Core dan Netbook,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda,  penangkapan delapan tersangka merupakan hasil kerja keras tim khusus gabungan Polda Lampung dan Polres Tanggamus. Selain itu juga, Polda Lampung bekerjasama dengan Polda Sumatera Selatan dan Polda Metro Jaya untuk membantu melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 338 KUHP, Pasal 339 KUHP, dan Pasal 340 KUHP. Sementara untuk kelima tersangka penadahan barang akan dijerat pasal 480 KUHP.

Berita Terkait: Pembunuh Sadistis Pembantai Keluarga Ispandi Tertangkap
Baca Juga: Pembantaian Sekeluarga di Tanggamus: Barang Hasil Perampokan Dijual di Banten, Cirebon, dan Pemalang

Loading...