Pembayaran Uang Proyek di Pemkab Lampung Utara Masih “Mak Jelas”

Suasana unjuk rasa yang dilakuka ribuan massa dari K2LUB untuk menuntut pembayaran uang proyek tahun 2017.
Bagikan/Suka/Tweet:
Feaby|Teraslampung.com‎

Kotabumi–Aksi unjuk rasa  kembali dilakukan oleh ribuan massa dari Koalisi Kontraktor Lampung Utara Bersatu (K2LUB) Lampura, Rabu (27/12/2017). Mereka menuntut agar uang proyek yang seharusnya mereka terima segera dicairkan Pemkab Lampura.

Namun, orasi yang mereka lakukan di depan Kantor Pemkab Lampung Utara kembali sia-sia. Tidak ada satu pun pejabat Lampura yang menemui mereka. Pembayaran uang proyek pun makin mak jelas alias tiidak jelas kapan uang akan dicairkan.

“Kami minta agar Pemkab segera membayar uang PHO (Provisional Hand Over/uang proyek tahap II) dan tunggakan lainnya seperti yang telah dijanjikan beberapa waktu lalu,” tegas Ketua K2LUB, Erfan Zen, Rabu  (27/12/2017).

Setelah puas berorasi, massa kembali bergerak menuju kantor DPRD Lampura yang berada di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kotabumi.

Di saat bersamaan, DPRD Lampura tengah menggelar sidang pengesahan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2018 mendatang.

Rombongan massa terus berorasi dengan lantang di hadapan para petugas kepolisian yang memang telah disiagakan sebelumnya untuk mengantisipasi hal – hal yang tak diinginkan. Usai pengesahan RAPBD, Ketua DPRD Rachmat Hartono dan Wakil Bupati Sri Widodo terlihat sempat menemui para pendemo.

“Gunakan hak interpelasi atau hak angket. Kami mau hak kami dibayar,” tandas salah seorang orator aksi.

Namun, karena suasana sedikit memanas dan sempat terjadi insiden kecil, mereka berdua akhirnya memilih meninggalkan lokasi. Rombongan massa akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua I, Nurdin Habim dan Ketua Komisi I, Guntur Laksana.

Kepada para pendemo, Nurdin mengatakan akan memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait persoalan ini. Namun, ketua TAPD dan anggotanya tak kunjung datang meski ditunggu hingga pukul 15.00 WIB.

“Pak Samsir (Sekretaris Kabupaten sekaligus Ketua TAPD) enggak bisa datang karena sedang menjenguk mertuanya yang sakit di Palembang. sementara anggota TAPD lainnya tak bisa dihubungi,” tutur Nurdin.

Ia mengatakan, akan kembali memanggil rombongan TAPD pada esok hari. Jika masih tak kunjung datang, pihaknya berjanji akan melakukan langkah – langkah yang sesuai prosedur terkait persoalan ini.

“Kalau besok tetap tidak hadir, maka kami akan melakukan langkah – langkah sesuai prosedur yang ada di DPRD ini,” janji Nurdin yang diamini Guntur dan rekan – rekannya yang lain.

Meski kembali diberi janji – janji, rombongan massa akhirnya dengan lapang dada menerima apa yang disampaikan oleh para wakil rakyat mereka itu. Namun, jauh di lubuk hati mereka, mereka sangat mengharapkan bahwa pihak DPRD Lampura tak lagi memberikan angin surga.

 [socialpoll id=”2482665″]