Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Telan Dana Rp2,65 triliun

  • Bagikan
Gubernur Ridho saat rapat dengan Balai Besar III PU di ruang rapat utama , Rabu (7/1).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com– Pada 2016 Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pembebasan lahan jalan tol sepanjang 150 km dari Bakauheni (Lampung Selatan) sampai Terbanggi Besar (Lampung Tengah). Hingga pembebasan lahan itu kelar, membutuhkan dana sebesarRp2, 65 triliun. Hal tersebut dikatakan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo saat rapat dengan  Balai Besar III Pekerjaan Umum di Ruang Rapat Utama Pemprov Lampung, Rabu (7/1).

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, dalam rapat tersebut  menunjuk AsistenII  Adeham sebagai ketua tim persiapan. Gubernur juga memerintahkan kepada kepala Bappeda supaya secepat mungkin membuatkan timnya, dan kalau sudah ada tolong diperbaiki timnya. “Dalam minggu ini harus selesai, Februari bisa mulai,” ujar Ridho saat memimpin rapat.

Ridho meminta supaya pembebasan lahan jangan tersendat. Sebab, katanya, saat dirinya menghadap Presiden Joko Widodo, beberapa waktu itu, Presiden Jokowi meminta supaya dimasukkan di APBDP.

“Pak Presiden Joko Widodo  meminta supaya dimasukan di APBD Perubahan,” kata Ridho.

Sementara, Kadis PU Bina Marga, Budi Darmawan, mengaku saat ini pembebasan lahan  terhambat dengan dana, dan sudah melaporkan ke pusat. “Ini pun sudah selalu bolak-balik, karena ini merupakan prioritas gubernur, dan sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota, agar jalan ini bisa dinikmati,” kata Budi.

Kepala Balai Besar III PU, Sartiono, mengatakan pembebasan jalan tol ditargetkan tahun 2016 selesai, dengan menggunkan anggaran Rp2,65 triliun.

“Apabila disetujui oleh warga tanahnya menjadi lahan jalan tol, maka kemungkinan 5 bulan bisa selesai, namun apabila ada masalah dengan warga, bisa 13 bulan karena sudah di atur dalam undang-undang sebagai payung hukum kita. Semua diserahkan ke Pemprov,”katanya.

Sementara itu,  Musa Zainudin,  Anggota Komisi V DPR RI , saat ikut rapat bersama, berjanji akan membawa ini ke DPR RI untuk dibahas supaya agar dianggarakan di tahun 2016. “Jadi nantinya ini akan kita tutup  pada tahun 2015,” ujarnya.

Musa berharap, pada tahun 2016 konstruksi jalan tolnya bisa selesai. “Kalau semua sudah lengkap, nanti saya suarakan di DPR RI,” katanya.

Kepala Bappeda Lampung Fahrizal Darminto mengatakan Satker pusat sudah mengajukan Amdal untuk pembebasan lahan melalui BPLHD.

Mas Alina 

  • Bagikan