Beranda Iklan Advetorial Pemberdayaan Perempuan: Mengembangkan Ekonomi Berbasis Rumah Tangga

Pemberdayaan Perempuan: Mengembangkan Ekonomi Berbasis Rumah Tangga

507
BERBAGI
Bupati Lampung Tengah A.Pairin dan Wakil Bupati Mustafa dalam sebuah acara pemberdayaan perempuan berbasis keluarga.
KOMPOSISI penduduk Lampung Tengah menurut data Sensus 2012 berjumlah 1.194.945 jiwa sebanyak 48,88% atau sekitar 584.096 jiwa kaum perempuan. Tentunya, dari besarnya potensi kaum perempuan dapat menjadi pelaku pembangunan ekonomi, dalam menggerakkan masyarakat untuk memerangi kemiskinan, sehingga makin meningkatnya paritas daya beli dan penghasilan mereka. Tahun 2013, telah dikembangkan program pengembangan usaha rumah tangga dan pembentukan kelompok ekonomi perempuan berbasis koperasi.

Ada tiga kelompok ekonomi produktif perempuan yang saat ini masih terus dilakukan pembinaan, mereka adalah dari keluarga prasejahtera. Ketiga kelompok usaha ekonomi produktif yang masing-masing terdiri dari 10 orang anggota itu terdapat di Kelurahan Komering Putih, Kecamatan Gunungsugih, lalu di Kampung Binjai Agung Kecamatan Bekri, dan Kampung Tulung Kakan Kecamatan Bumiratu Nuban. Usaha yang dikembangkan di sesuaikan dengan ketersediaan potensi yang terdapat di masing-masing kampung.

“Komitmen kami terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan terus kami lakukan dalam tiga tahun terakhir, diantaranya dengan merintis usaha ekonomi produktif sebagai model, kegiatan yang dikembangkan sesuai potensi kampung. Usaha yang dikembangkan antara lain berupa budidaya peternakan dan budidaya perikanan serta pembuatan keripik singkong,” ujarnya.

Saat ini persoalan pokok yang dihadapi kaum perempuan di Lampung Tengah berkaitan dengan kualitas, adalah mutu sumberdaya yang relatif masih rendah, hal ini berakibat kepada kualitas hidupnya juga tidak cukup baik. Maka, prioritas penajaman program pembangunan pemberdayaan perempuan sampai 2014 meliputi peningkatan pendidikan, peningkatan derajat kesehatan, perbaikan ekonomi perempuan.

“Memang, tampaknya masalah kemiskinan masih merupakan akar dari masalah ketertinggalan perempuan dalam mengakses, berpartisipasi dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan,” katanya.

Oleh karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan. Pada gilirannya diharapkan akan menjadi daya dukung bagi perempuan untuk mengembangkan diri dan kaumnya. Perbaikan ekonomi harus menjadi prioritas utama sehingga semuanya akan tercakup. Perbaikan ekonomi akan sekaligus meningkatkan pendidikan dan kesehatan. Strategi untuk memperbaiki perekonomian kaum perempuan merupakan usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

”Kita sadari kaum perempuan memiliki dua peran sekaligus. Selain untuk kepentingan dirinya juga untuk anggota keluarga yang lain. Artinya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus dimulai dari memperbaiki kualitas dan peran perempuan,”tandasnya.

(Advetorial)