Beranda Hukum Teras Kriminal Pembobol Gerai ATM dengan Batang Korek Api Ditangkap

Pembobol Gerai ATM dengan Batang Korek Api Ditangkap

491
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Firdaus saat mempraktikkan cara memasukkan batang korek dengan kartu ATM bekas untuk membobol mesin ATM kepada Kapolres Lampung Selatan AKBP Bayu Aji. (Teraslampung/Zaenal)

BANDARLAMPUNG – Petugas Unit Reserse Kriminal Polsekta Natar, meringkus tersangka Firdaus Hanafi alias Fir (38) warga Jalan RPN Gg. Manunggal IV Kauman, Metro, pada Jumat (20/6) sekitar pukul 07.00 WIB. Tersangka merupakan salah satu pelaku pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) BRI di Batalyon Desa Candimas Natar, dengan menggunakan sebatang korek api untuk menguras uang di dalam ATM.

Dari tangan tersangka Firdaus, petugas menyita satu buah pisau potong (cutter), dua kartu ATM BNI, satu unit Hp merk Samsung, satu buah gergaji besi, dan satu batang korek api yang digunakan untuk mengganjal lubang kartu ATM.

Didampingi Kapolek Natar Kompol Yohannes Agustiandaru, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Bayu Aji mengatakan, tersangka Firdaus ditangkap saat akan mengambil kartu ATM disalah satu gerai anjungan tunai mandiri (ATM) BRI di Batalyon Candimas Natar milik korban Yudhi Purnomo (36) seorang karyawan swasta warga Dusun Sinar Branti, Desa Branti Raya, Natar Selasa (24/12).

Aksi tersangka Firdaus diketahui oleh seorang Anggota TNI yang akan mengambil uang di gerai ATM tersebut.

“Anggota TNI ini, memergoki tersangka saat akan menjebol mesin ATM BRI menggunakan gergaji besi. Saat itu juga tersangka Firdaus langsung diamankan, sementara salah satu rekannya berinisial SF berhasil kabur menggunakan sepeda motor. Anggota TNI tersebut, kemudian menghubungi petugas dari Mapolsek Natar, tersangka bersama barang bukti diamankan di Mapolsek Natar untuk dilakukan pengembangan,” tuturnya Bayu Aji kepada wartawan saat gelar ekspos di Mapolsek Natar, Senin (23/6).

Dari hasil pemeriksan terhadap tersangka, AKBP Bayu Aji menjelaskan, tersangka Firdaus dan tersangka SF (DPO) sudah tiga kali melakukan pembobolan mesin ATM di gerai ATM BRI Batalyon Candimas, Natar.

Kedua tersangka ini merupakan jaringan pembobol mesin ATM dari daerah Bekasi yang sudah lama beraksi diwilayah Lampung, yakni dengan modus menggunakan sebatang korek api sebagai alat yang digunakan untuk mengganjal lubang kartu ATM sebelum ada orang (korbannya) yang akan melakukan transaksi.

“Batang korek api itu sebelum dimasukkan kedalam lubang mesin ATM, batang korek api itu sudah dibelah atau dilancipkan ujungnya oleh tersangka menggunakan pisau karter. Tersangka lalu memasukkan sebatang korek api itu, dengan cara mendorong menggunakan kartu ATM yang sudah terpakai,  setelah batang korek api masuk kedalam mesin kemudian kartu ATM yang sudah tidak terpakai milik tersangka dicabut kembali. Modus pembobolan mesin ATM ini yang dilakukan tersangka memang tergolong baru,” papar Bayu Aji.

Setelah berhasil memasukkan batang korek api, Bayu Aji memaparkan, tersangka Firdaus kemudian keluar dari gerai ATM dan menemui rekannya bernama SF (DPO) dengan menyampaikan bahwa alat sudah terpasang.

Tersangka Firdaus lalu menunggu diatas motor disalah satu tempat di dekat SPBU tidak jauh dari gerai ATM. Ketika ada korban yang akan mengambil uang dan memasukkan kartu ATM-nya, kartu ATM milik korban tersangkut dan tidak bisa berfungsi untuk mengambil uangnya dimesin ATM karena sudah terganjal dengan batang korek api.

Kemudian tersangka SF (DPO) mendatangi korban dan berpura-pura membantu korban, tersangka SF dengan cepat mendorong kartu ATM milik korban dan mengatakan bahwa kartu ATM milik korban tertelan oleh mesin.  Saat kartu ATM milik korban tertelan mesin, tersangka SF meminta korban untuk menghubungi nomor pusat ATM atau pihak Bank BRI.

“Untuk mengetahui PIN milik korban, tersangka SF meminta korban untuk menekan salah satu tombol dan menekan PIN (personal identification number). Saat itulah muncul nomer PIN milik korban, dengan cepat tersangka SF mengingatnya, tersangak SF lalu keluar pergi meninggalkan korban dan mencatat PIN ATM dan memberikan nomor PIN itu kepada tersangka Firdaus.

Setelah korban pergi, tersangka Firdaus kembali ke gerai ATM BRI itu untuk mengambil ATM milik korban yang tertelan mesin dengan menggunakan gergaji besi yang sudah disiapkan. Saat itulah aksi tersangka diketahui,” jelasnya Bayu Aji.

Akibat perbuatannya, tersangka Firdaus dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Terkait kejahatan dengan modus seperti itu, Kapolres  Lampung Selatan AKBP Bayu Aji mengimbau, jika warga mendapatkan masalah ketika akan mengambil uang melalui ATM, jangan mudah percaya dengan orang yang berpura-pura menolong atau pun menawarkan bantuan. Sebaiknya, masyarakat meminta bantuan kepada petugas bank dan menghubungi petugas keamanan setempat,” tandasnya.

Menurut penuturan tersangka Firdaus, dirinya sudah tiga kali melakukan pembobolan mesin ATM menggunakan batang korek dengan rekannya SF warga Lampung Timur kini buron (DPO).

Aksi yang pertama, dirinya berhasil menggasak uang korban senilai RP 2,4 juta kemudian yang kedua mendapat uang sebesar Rp800 ribu. Saat akan melakukan aksinya yang ketiga tersangka justru tertangkap.

“Saya yang bertugas hanya memasukkan batang korek dengan kartu ATM yang sudah gak terpakai, lalu temannya SF yang berpura-pura bilang sama korban bisa bantu mengeluarkan kartu ATM. Pas orangnya menekan PIN ATM, SF menghafalkan dan mencatat PIN ATM korban,” ungkap Firdaus.

Firdaus mengaku mendapatkan ilmu membobol mesin ATM dengan batang korek belajar dari rekannya yang berada di Bekasi. Setelah mendapatkan ilmunya, dirinya melakukan aksi kejahatannya di wilayah lampung bersama SF (kini masih buron).

Loading...