Beranda Hukum Kriminal Pembobolan Mesin ATM BRI Kotabumi Gagal karena Penjaga Kantor Curiga

Pembobolan Mesin ATM BRI Kotabumi Gagal karena Penjaga Kantor Curiga

2225
BERBAGI
Lokasi mesin ATM BRI Kotabumi di Jl Jenderal Sudirman.
Feaby/Teraslampung.com
Kotabumi–Terbongkarnya upaya pembobolan ATM Bank BRI Unit Kali Umban, Kotabumi, Lampung Utara, Minggu (19/6) sekitar pukul 22:10 WIB berawal dari kecurigaan Ruri (29), penjaga malam bank tersebut melihat gerak – gerik kedua tersangka.
“Saya curiga, kok kedua pelaku itu ngambil duit ‎lama amat,” kata Ruri usai olah Tempat Kejadian Perkara yang dilakukan anggota Polres, Sekitar pukul 00:30 WIB.
Lantaran merasa curiga, dirinya yang saat itu sedang mengecat dinding dalam kantor berusaha mencari tahu apa yang sedang dikerjakan oleh keduanya di depan ATM. Setelah diperhatikan, tak beberapa lama kemudian, salah satu tersangka yang berkaos hitam mengeluarkan obeng dan mencoba membongkar ATM.
“Begitu saya liat obeng, saya langsung teriak. Mereka langsung kabur masuk ke dalam mobil yang berada di seberang jalan,” terangnya.
Mesin ATM BRI di Jl Jenderal Sudirman, Kali Umban, Kotabumi.
Mesin ATM BRI di Jl Jenderal Sudirman, Kali Umban, Kotabumi.

Teriakannya ini‎ direspon oleh para pemuda yang kebetulan saat itu sedang ramai di seberang jalan. Usaha para pelaku yang meminta supir untuk melajukan kendaraannya yang berjenis Toyota Hardtop Jeep dengan pelat BE 1360 J berhasil digagalkan oleh warga. Mobil pelaku dicegat sehingga tak berhasil melarikan diri. Ternyata di dalam mobil telah ada 4 orang lainnya sehingga total orang yang ada di dalam mobil berjumlah enam orang.

Tak lama itu, ketiga pelaku turun dari mobil namun dan berpencar. Sementara supir dan dua penumpang lainnya masih bertahan di dalam mobil. Belakangan diketahui, ketiga orang yang memilih bertahan di dalam mobil merupakan pemilik bengkel di daerah Marga Jaya dan diduga kuat tak ikut terlibat dalam aksi tersebut.
“Tiga pelaku turun dari mobil dan jalan dengan santainya ke arah berlawanan. Pelaku berbaju hitam diamankan di dekat jembatan, sedangkan yang berjaket diamankan di depan pegadaian. Satunya, berhasil kabur,” terangnya.
‎Junaidi (28), saksi mata yang juga turut dalam penangkapan para tersangka percobaan pembobolan ATM mengatakan, awalnya warga memang mengira pelaku itu berjumlah enam. Namun, ada warga yang mengenali satu dari tiga orang yang di dalam mobil itu merupakan pemilik bengkel yang berinisial S. Dua orang lainnya yang bersama pemilik bengkel itu merupakan rekannya yang diminta para pelaku untuk mengantarkan ketiganya kepenginapan.
Menurut pengakuan S kepada warga, ia dan kedua rekannya hanya ingin menolong para pelaku yang meminta diantarkan ke sebuah penginapan. Sebab, mobil Toyota Avanza dengan pelat BE 2873 CR yang dibawa ketiga pelaku mengalami kerusakan dan terpaksa ditinggal di bengkelnya yang berada di daerah Marga Jaya, Kotabumi Utara. Sesampainya di lokasi, para pelaku meminta pengemudi memberhentikan kendaraannya dan mengatakan akan mengambil uang di ATM.
“Awalnya, warga mengira para pelakunya berjumlah enam orang. Ternyata tiga pelakunya merupakan pemilik bengkel dan rekan – rekannya yang hendak mengantarkan ketiga pelaku ke penginapan gara – gara mobil mereka sedang diperbaiki di bengkel S,” terangnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 00:30 WIB, sejumlah anggota Polres mencoba mengumpulkan sejumlah alat bukti yang dibutuhkan. Selain ingin melihat rekaman CCTV (Closed Circuit Television), mereka juga terlihat mencari alat bukti obeng yang diduga dibuang para pelaku.‎ Sayangnya, alat bukti obeng masih belum didapatkan. Rombongan Polres akhirnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 00:45 WIB.