Pembuangan Limbah di Teluk Semaka – Pantai Kotaagung Diduga Dilakukan Sejak Sebulan Lalu, Ini Buktinya

  • Bagikan
Drum berisi aspal ditemukan di pantai di wilayah Tanggamus pada Agustus 2021 lalu.
Drum berisi aspal ditemukan di pantai di wilayah Tanggamus pada Agustus 2021 lalu.

Siswanto | Teraslampung.com

KOTAAGUNG  — Pembuangan limbah aspal ke perairan Teluk Semaka – Pantai Kotaagung diduga bukan dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Pembuangan limbah cair berwarna hitam yang kemudian mencemari pantai di pesisir Lampung dari Tanggamus hingga Bandarlampung itu  diduga sudah dilakukan setidaknya sejak bulan lalu.

Hal itu terbukti dengan ditemukannya drum berisi cairan warna hitam yang diduga aspal oleh warga Pekon (Desa) Karang Berak, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus,  sebulan lalu.

BACA: Pencemaran Pantai Pesisisir Lampung Langsung Ditangani KLHK-Mabes Polri, Ini Hasil Sementara

Rojak (32), warga Pekon Karang Berak,  mengaku pada suatu pagi sekitar satu bulan lalu ia melihat drum terapung di di tepi pantai. Ia kemudian berenang sekitar 100 meter ke pantai untuk memastikan benda tersebut.

“Drum tersebut terlihat sekitar 100 meter dari bibir Pantai Kotaagung di wilayah Karang Berak. Karena terasa berat, saya kemudian mengajak warga lain untuk beramai-ramai membawa drum ke daratan,” katanya.

Menurut Rojak, setelah diangkat daratan, drum tersebut dibuka. Ia mengaku isi drum adalah cairan hitam seperti aspal yang tercecer di Teluk Semaka, Pantai Kotaagung, perairan Pesawaran, hingga perairan di wilayah Bandarlampung.

Rojak (34), warga Karang Bera, Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus menunjukkan drum berisi aspal yang ia temukan di Pantai Kotaagung, sebulan lalu.

“Cairan tersebut berwarna hitam dan kental. Setelah tahu bahwa drum itu  berisi aspal kami kemudian membiarkan drum itu berada di tepi pantai,” katanya.

Sebelumnya diberitakan sejak minggu kedua September 2021 lalu nelayan dan warga di kawasan  pesisir Lampung mengeluhkan pencemaran limbah cair berwarna hitam yang menyerupai aspal. Limbah tersebur mencemari kawasan teluk dan pantai mulai Teluk Semaka dan  Pantai Kotaagung di Kabupaten Tanggamus hingga pantai di wilayah Pesawaran, Lampung Selatan, dan Bandarlampung.

Kasus pencemaran pantai yang diduga dilakukan secara sengaja itu kemudian ditangani langsung Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Mabes Polri. Hal itu setelah tim KLH, Mabes Polri, Polda Lampung, dan Dinas Lingkungan Hidup Lampung turun ke lokasi pada Rabu (15/9/2021).

 

  • Bagikan
You cannot copy content of this page