Beranda Hukum Kriminal Pembunuh Relawan PKS di Waykanan Dibekuk Polisi

Pembunuh Relawan PKS di Waykanan Dibekuk Polisi

490
BERBAGI
Kapolres Way Kanan, AKBP Andy Siswantoro menunjukkan barang bukti senilah pisau badik yang digunakan pelaku Supriono (46), warga Dusun Margo Mulyo, Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan untuk menghabisi nyawa korban Sukardi (39).
Kapolres Way Kanan, AKBP Andy Siswantoro menunjukkan barang bukti senilah pisau badik yang digunakan pelaku Supriono (46), warga Dusun Margo Mulyo, Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan untuk menghabisi nyawa korban Sukardi (39).

Zainal Asikin |Teraslampung.com

WAY KANAN-Tim Tekab 308 Polres Way Kanan membekuk Supriono (46))  pelaku pembunuhan  Sukardi (39) di lapangan voli di Dusun Margo Mulyo, Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Wayanan, Jumat (26/4/2019) lalu. Warga yang masih satu kampung dengan korban itu dibekuk polisi enam jam setelah kejadian.

BACA: Melerai Keributan Usai Pemilu, Relawan PKS di Way Kanan Tewas Ditusuk

Kapolres Way Kanan, AKBP Andy Siswantoro saat mengatakan, Tim Tekab 308 Polres Way Kanan berhasil mengamankan satu orang pelaku tindak pidana pembunuhan tanpa perlawanan, enam jam setelah kejadian tepatnya pada hari Jum’at (26 /04/2019) sekitar pukul 22.00 WIB di Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Kabupatan Way Kanan .

“Pelaku pembunuhan Supriono alias Supri (46) merupakan warga Dusun Margo Mulyo, Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan. Pelaku berhasil ditangkap, saat tengah bersembunyi di wilayah tersebut,”ujarnya kepada teraslampung.com, Minggu (28/4/2019).

AKBP Andy Siswantoro pembunuhan tersebut ronologis kejadian itu, berawal Jumat (26/04/2019) lalu sekitar pukul 16.30 WIB di lapangan bola volil Dusun Margo Mulyo, Kampung Kalipapan.

Saat itu korban Sukardi (39) yang masih satu kampung dengan pelaku Supriono bersama empat orang rekannya, Jahri, Wahyudi, Rinanda dan Z.Hidayat sedang gotong-royong untuk memasang tiang net di lapangan bola voli.

Tak lama kemudian datanglah Supriono. Intinya, Supriyono melarang Jahri memasang net bola voli karena lapangan itu milik salah satu caleg yang kalah dalam di kampung itu pada pemilu 17 April 2019 lalu.

Sambil melarang Jahri, Supriono mencabuk badik dan menusukkan ke tubuh Jahri. Tapi Jahri berhasil mengelak sehingga tidak menjadi korban,

Sukardi yang tahu ada keributan berusaha untuk melerai. Namun, Supriono justru berbalik menyerang Sukardi. Supriono pun menyerang Sukardi dengan badik.

“Akibatnya, korban Sukardi mengalami luka tusuk tepat di bagian dada sebelah kiri. Seketika itu korban langsung tersungkur di tanah bersimbah darah. Pelaku langsung melarikan diri menuju kearah kebun karet,”ungkapnya.

Melihat kejadian itu, lanjut AKBP Andy Siswantoro, Jahri dan beberapa rekannya membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis ke Klinik Kesehatan Bidan Nita yang di Kampung Kalipapan.

“Nahas, ketika sampai di klinik nyawa korban tidak bisa diselamatkan akibat luka tusukan didada tersebut dan korban dibawa ke rumah duka,”terangnya.

Mendapat laporan adanya kejadian pembunuhan tersebut, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi. Selanjutnya dilakukan pencarian terhadap pelaku Supriono yang telah melarikan diri, sekitar pukul 22.00 WIB Tim Tekab 308 Polres Way Kanan berhasil menangkap pelaku saat tengah bersembunyi dan tanpa perlawanan.

“Untuk barang bukti yang diamankan, sebilah pisau badik panjang sekitar 15 cm bergagang kayu warna merah dan bersarung warna coklat yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Lalu satu helai baju kaos warna merah, satu helai celana pendek warna putih dan sepasang sandal jepit warna merah,”terangnya.

AKBP Andy Siswantoro menambahkan, peristiwa pembunuhan ini awalnya sempat beredar kabar yang tidak sesuai dengan kejadian atau berita bohong (hoax), pihaknya menegaskan bahwa kasus tindak pidana yang terjadi merupakan kriminal murni bukan karena ada unsur politik atau terkait pemilu 2019.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui menghabisi nyawa korban bukan lantaran masalah politik melainkan merebutkan lahan. Pelaku menyesali perbuatannya dan siap menerima hukuman, bahkan pelaku juga meminta maaf terhadap keluarga korban karena telah melakukan penganiayaan yang mengkibatkan korban meninggal dunia.

“Jadi peristiwa tersebut, bukanlah masalah Pemilu 2019 tapi murni lantaran merebutkan tanah lahan kosong yang akan digunakan oleh pelaku untuk ditanami. Sebaliknya rekan korban Zahri mau membuat lapangan voli, sehingga pelaku ribut dengan Zahri namun dipisahkan oleh korban akhirnya pisau pelaku malah mengenai dada korban,”pungkasnya.

Loading...