Beranda Headline Pembunuhan Dewi di Kamar Kos Diduga Bermotif Utang Piutang

Pembunuhan Dewi di Kamar Kos Diduga Bermotif Utang Piutang

1766
BERBAGI
Petugas membawa mayat Dewi ke RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung, Kamis siang (2/3/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, mengenai motif pembunuhan terhadap Dewi, disinyalir masalah utang piutang dan emosional pelaku terhadap korban.

“Untuk mengenai motifnya ada dua kemungkinan, yakni masalah utang dan emosional,”ujarnya, Jumat (3/3/2017).

Murbani mengutarakan, motif utang piutang tersebut, diketahui berdasar dari adanya sebuah pesan singkat (SMS) antara Dewi dengan Deka. Ponsel milik DK tersebut, ditemukan petugas tidak jauh dari tubuh korban saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Isi pesan singkat di ponsel milik DK, korban menanyakan mengenai jual beli ponsel,”ungkapnya.

Kemudian mengenai motif lainnya adalah masalah emosional, namun pihaknya tidak menjelaskan secara rinci mengenai motif tersebut.

“Ya motif emosional itu, dimungkinan karena hubungan asmara antara korban dan pelaku”terangnya.

Diberitak sebelumnya, seorang wanita muda bernama Dewi Evi Aprianti (20) ditemukan tewas bersimbah darah dengan di kamar kos No.16 di Jalan Gama 1, Kelurahan Tanjung Senang, Kedaton, Kamis (2/3/2017) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Dewi meregang nyawa di kamar kos tersebut, yang dihuni kakak beradik diketahui bernama Deka dan Danil.

Di dalam kamar kos tersebut, Dewi ditemukan sudah tergeletak dilantai ruangan tengah dengan bersimbah darah, ditubuhnya adanya beberapa luka bekas tusukan senjata tajam. Bahkan ditubuhnya juga, telah dililiti kabel listrik.

Penghuni kos lain sempat mendengar adanya keributan yang berasal dari kamar kos No. 16 tersebut. Kemudian penghuni kos lain, sempat melihat Deka keluar dari kamar kos tempat tewasnya korban lalu mengunci pintu dan langsung melarikan diri. Melihat hal tersebut, penghuni kos bersama warga langsung mendobrak pintu kamar kos No. 16 tersebut.

Sebelum ditemukan tewas, penghuni kos lain bernama Jamil dan Mayasari sempat mendengar adanya suara gaduh yang berasal dari dalam kamar kos No. 16 yang ditempati oleh Deki dan Danil.

“Saya dengar Mayasari ini teriak-teriak, saat itu juga saya langsung lari keluar kamar dan melihat apa yang terjadi,”ucap Jamil, Kamis (2/3/2017).

Selanjutnya, Jamil mendekati kamar kos No 16 yang merupakan asal suara keributan tersebut. Di kamar kos itu, Jamil melihat Deka berada di dalam kamar kosnya. Jamil mencoba untuk melihat dan masuk ke kamar kos, tapi dihalang-halangi oleh Deka.

Deka melarang Jamil untuk mendekati kamar kos dan meminta untuk diam, Jamil mencoba melihat dari jendela. Saat itu, dilihatnya ada seorang wanita yang sudah tergeletak di lantai bersimbah darah di badannya terlilit kabel.

Jamil tidak berani mendekat, lantaran Deka membawa senjata tajam yang diselipkan dipinggangnya. Taklama kemudian, Deka keluar dan mengunci pintu kamar kosnya, lalu Deka langsung melarikan diri.

Selanjutnya, Jamil bersama warga lainnya mendobrak pintu kamar kos tersebut. Ternyata benar, wanita yang ada di dalam kamar kos itu sudah tewas bersimbah darah dan ada luka tusukan. Saat itu juga, warga melaporkan kejadian pembunuhan tersebut ke polisi.

Loading...