Beranda Hukum Kriminal Pembunuhan di Green Pramuka City, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap

Pembunuhan di Green Pramuka City, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap

418
BERBAGI
Polisi menunjukkan pelaku pembunuhan Nurhayati, penghuni Apartemen Green Pramuka City, Ahad, 6 Januari 2018. Pelaku bernama Hasan Prasnastyadi ditangkap di kawasan Klender, Jakarta Timur. TEMPO/Imam Hamdi

TERASLAMPUNG.COM — Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih Komisaris Rosiana mengatakan pembunuhan di Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, telah terungkap. Polisi menangkap satu orang yang diduga sebagai pelaku.

“Iya pelakunya baru saja ditangkap. Sore ini langsung dirilis di Polres Jakarta Pusat,” kata Rosiana, Ahad, 6 Januari 2019.

Perempuan bernama Nurhayati, 36 tahun, tewas dengan 10 luka tusukan, pada Sabtu, 5 Januari 2019. Salah satu satpam apartemen sempat mendengar teriakan. Dia menemukan tubuh Nurhayati bersimbah darah di lorong tower lantai 16 Chrysant Apartemen Green Pramuka City.

“Petugas keamanan itu langsung membawa korban ke RSUD Cempaka Putih,” ujar Rosiana.

Menurut Rosiana, polisi awalnya mendapat laporan pada Sabtu lalu sekitar pukul 18.25, tentang penganiayaan di apartemen Green Pramuka. Saat polisi tiba di tempat itu, korban sudah tidak ada. “Saat kami datang korban telah dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Karena Sakit Hati

Hasil pemeriksaan polisi terungkap bahwa pria bernama Hasan yang menjadi pelaku membunuh korban lantaran sakit hati karena pernah diludahi oleh perempuan 36 tahun itu.

“Dua hari sebelumnya, pelaku diludahi korban,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tahan Marpaung, Ahad, 6 Januari 2019. “Korban selalu bilang jijik melihat pelaku.”r.

AKBP Tahan mengatakan, Haris menyimpan dendam kepada Nurhayati. Ia sengaja menunggu perempuan itu di lobi apartemen, lalu membuntuti masuk ke lift. Haris kemudian menegur Nurhayati yang pernah meludahinya. Nurhayati membalas teguran itu dengan nada tinggi.

“Di lift terjadi cekcok antara pelaku dan korban,” ujarnya.

Saat lift berhenti di lantai 16, Haris langsung menyeret Nurhayati. Ia mencabut pisau dari balik pinggang lalu menikam tubuh korban berkali-kali.

“Awalnya pisau itu dibawa hanya untuk menakut-nakuti saja,” kata Tahan.

Setelah Nurhayati terkapar, Haris kabur lewat tangga darurat ke lantai dua. Dia kemudian naik lagi ke lantai 27 menggunakan lift. Di tempat itu ia menumpang di apartemen milik saudaranya. Agar tidak dikaitkan dengan pembunuhan Nurhayati, Hasan segera pergi ke rumah saudaranya yang lain di Klender, Jakarta Timur.

Tempo.co

Loading...