Beranda Headline Pembunuhan di Kamar Kos: Pamit Mau Cari Kerja, Dewi Justru Meregang...

Pembunuhan di Kamar Kos: Pamit Mau Cari Kerja, Dewi Justru Meregang Nyawa

1711
BERBAGI
Aparat kepolisian membawa jasad Dewi korban pembunuhan di kamar kos ke RSUAM, Kamis siang (2/3/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Dewi Evi Aprianti (20), warga Jalan Sam Ratulangi, Gang Bungsu, Kelurahan Penengahan yang ditemukan tewas dengan beberapa luka tusukan di kamar kos No. 16 di Jalan Gama 1, Kelurahan Tanjung Senang, Kedaton, Kamis (2/3/2017) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Tewasnya Dewi meyisakan kesedihan mendalam keluarganya. Pasalnya, Dewi pergi berpamitan dengan orangtuanya mau mencari kerja. Dewi tewas, diduga telah dibunuh oleh kekasihnya bernama Deka.

Pada saat jenazah korban tiba di ruang forensik Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), sekitar pukul 15.30 WIB disambut dengan histeris teriakan dan isak tangis oleh seluruh keluarga dan kerabat lainnya.

Azwar (50), ayah korban, tak kuasa menahan kesedihan, air matanya pun tumpah saat melihat jasad putri kesanyangan Dewi, tewas secara tragis dengan beberapa luka tusukan ditubuhnya.

Kepada awak media, Azwar mengaku dirinya terakhir kali bertemu dengan putrinya Kamis pagi (2/3/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Menurutnya, saat itu Dewi berpamitan dengan dirinya mau pergi mencari kerja.

“Pagi itu dia (Dewi) pamitan dengan saya mau melamar kerja, lalu pergi naik angkot,”ungkapnya saat di ruang Forensik RSUAM, Kamis (2/3/2017) sore.

Namun ia tidak mengetahui, kalau anaknya Dewi tersebut pergi ke tempat kosnya Deka di daerah Tanjung Senang, Kedaton tersebut. Diakuinya, selama ini ia memang megenal Deka sebagai teman dekat anaknya.

“Saya kenal sama Deka, bahkan dia (Deka) juga sering datang main ke rumah. Saya tidak tahu, anak saya dan Deka ini berpacaran. Tapi kalau memang benar Deka pembunuhnya, saya tidak terima,”kesalnya dengan meneteskan air mata.

Azwar berharap, aparat kepolisian agar secepatnya dapat menangkap pelaku pembunuh anaknya diduga dilakukan oleh Deka. Ia juga meminta, pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya.

“Selama ini, anak saya Dewi ini tidak pernah ada masalah dengan orang lain, tapi kenapa kok tega-teganya Deka menghabisi nyawa Dewi anak saya,”jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, dari salah seorang petugas forensik RSUAM. Dari hasil pemeriksaan, Dewi mengalami 15 luka tusukan ditubuhnya dan adanya bekas jeratan dilehernya. Mengenai motif dari pembunuhan tersebut, belum diketahui. Saat ini polisi masih memburu Deka diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Berdasarkan keterangan dari pemilik tempat kos, Drs Hi. Kalamudin, bahwa yang menyewa dan tinggal di kamar kos No. 16 miliknya, bernama Deka dan Danil. Keduanya adalah kakak beradik, dan baru sekitar beberapa bulan lalu tinggal di kosan tersebut.

Sebelum ditemukan tewas, penghuni kos lain bernama Jamil dan Mayasari sempat mendengar adanya suara gaduh yang berasal dari dalam kamar kos No. 16 yang ditempati oleh Deki dan Danil.

“Saya dengar Mayasari ini teriak-teriak, saat itu juga saya langsung lari keluar kamar dan melihat apa yang terjadi,”ucap Jamil, Kamis (2/3/2017).

Selanjutnya, Jamil mendekati kamar kos No 16 yang merupakan asal suara keributan tersebut. Di kamar kos itu, Jamil melihat Deka berada di dalam kamar kosnya. Jamil mencoba untuk melihat dan masuk ke kamar kos, tapi dihalang-halangi oleh Deka.

Deka melarang Jamil untuk mendekati kamar kos dan meminta untuk diam, Jamil mencoba melihat dari jendela. Saat itu, dilihatnya ada seorang wanita yang sudah tergeletak di lantai bersimbah darah di badannya terlilit kabel.

Jamil tidak berani mendekat, lantaran Deka membawa senjata tajam yang diselipkan dipinggangnya. Taklama kemudian, Deka keluar dan mengunci pintu kamar kosnya, lalu Deka langsung melarikan diri.

Selanjutnya, Jamil bersama warga lainnya mendobrak pintu kamar kos tersebut. Ternyata benar, wanita yang ada di dalam kamar kos itu sudah tewas bersimbah darah dan ada luka tusukan. Saat itu juga, warga melaporkan kejadian pembunuhan tersebut ke polisi.

Loading...