Beranda Hukum Kriminal Pembunuhan Hendra Berawal dari Kata-Kata Kotor di Facebook

Pembunuhan Hendra Berawal dari Kata-Kata Kotor di Facebook

597
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono saat menunjukkan barang bukti yang dipakai tersangka Rama untuk menghabisi nyawa Hendra.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tersangka pembunuhan, Rama Dhian Bhara (30) warga Kampung Nanasan, Kelurahan Pidada, Panjang yang mengalami luka tusukan di paha kiri akibat ditusuk korban, terlihat santai di dalam mobil. Pada saat ditanya pembunuhan yang dilakukannya, dengan lancar tanpa ragu Rama pun menjawab semua pertanyaan para awak media di Mapolresta Bandarlampung, Jumat (24/3/2017).

Rama merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan buruh petikemas Pelabuhan Panjang, yakni Hendra Kurniawan (32), warga Jalan Ryacudu Gang Hasan, Kelurahan Korpri, Sukarame, Senin malam (20/3/2017) lalu sekitar pukul 22.00 WIB.

Rama menghabisi nyawa Hendra, dengan cara memukul kepala Hendra pakai pipa besi dan menusuk tubuh Hendra dengan pisau sebanyak tiga kali tusukan. Akibat perbuatannya, Rama yang dua bulan lagi berencana akan melangsungkan pernikahannya dengan pacarnya pupus. Rama, harus mendekam di balik jeruji besi sel tahanan lebih lama.

Rama mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa Hendra  karena tersulut emosi dan tidak terima dengan perkataan Hendra di media sosial facebook. Menurutnya, Hendra mengirimkan pesan diobrolan facebook, yang isinya penuh dengan ejekan dan kata-kata kasar terhadap pacarnya.

“Di akun facebook itu, Hendra ini mengejek pacar saya dengan kata-kata kotor atau tidak pantaslah untuk dikatakan. Karena itulah, saya tidak terima dengan Hendra,”kata Rama, Jumat (24/3/2017).

Selanjutnya, kata Rama, ia mencoba mengirimkan pesan kepada Hendra, agar Hendra tidak menghina atau melecehkan pacarnya dengan kata-kata kotor dan senonoh. Pada saat itu, Hendra mebalas pesannya dan isinya justru menantang dirinya dan mengajak janjian bertemu untuk berduel.

Isi pesannya Hendra itu adalah, “Sini lo jangan kayak banci”

“Hendra minta saya untuk menemui dia (Hendra) di tempatnya bekerja, lalu saya temui dan malam itu kami cek-cok mulut. Hendra menantang, saya kesal lalu saya pukul kepalanya pakai pipa besi,”ungkapnya.

Ternyata Hendra mengeluarkan pisau dari balik pinggangnya, dan langsung menyerang dirinya. Hingga akhirnya, paha kirinya tertancap dengan pisau yang ditusukkan oleh Hendra.

“Awalnya Hendra yang tusuk saya, lalu pisau itu saya cabut dari paha saya dan saya tusukkan diperut dan dada dia (Hendra). Setelah itu saya langsung kabur dan sembunyi di rumah pacar saya,”jelasnya.

Menurutnya, dari perkelahian malam itu, ia tidak mengetahui kalau Hendra tewas. Rama mengaku mengetahui Hendra tewas, pada siang harinya.

Dikatakannya, karena luka tusukan pisau di paha kirinya cukup parah, sore harinya ia dibawa pacarnya ke Rumah Sakit Umum Abdul Muluk (RSUAM) untuk mengobati lukanya dan saat itulah polisi datang dan menangkap dirinya.

“Selasa sore saya dibawa pacar saya ke RSUAM mengobati luka tusukan dipaha kiri saya, saat itulah saya ditangkap polisi,”pungkasnya.

Loading...