Beranda Hukum Pembunuhan Karyawan Unimal, Camelia Dituntut 18 Tahun Penjara

Pembunuhan Karyawan Unimal, Camelia Dituntut 18 Tahun Penjara

271
BERBAGI
Terdakwa Camelia mengusap air mata di kursi pesakitan saat mendengarkan tuntutan hukuman penjara 18 tahun diajukan jaksa pada sidang kasus pembunugan Kabag Kegegawaian Universitas Malahayati, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (1/2/2016).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG  — Kamella Titian alias Camelia (26) warga Jalan Gatot Subroto, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, tertunduk lesu dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung saat Jaksa Sayekti Chandra membacakan tuntutan atas perkara pembunuham Kepala Bagian
(Kabag) Kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal) M. Sofyan.

Menurut jaksa, terdakwa terbukti melakukan pembunuhan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primari dan menuntut Camelia dengan hukuman pidana penjara selama 18 tahun.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah bersalah melakukan pembunuhan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 339 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP,” kata jaksa Sayekti dihadapan majlis hakim yang dipimpin Akhmad Lakoni, Senin (1/2/2016).

Terdakwa Camelia, tampak terlihat sempat menitikkan airmata di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, saat jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan.

Menanggapi tuntutan jaksa tersebut, terdakwa Camelia melalui kuasa hukumnya Hasan Basri mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang lanjutan Selasa (9/2) mendatang.

BACA: Pembunuhan Pegawai Universitas Malahayati: Tujuh Fakta dan Cinta Segitiga

Menurut Hasan Basri, kliennya akan mengajukan pledoi tersebut karena tuntutan yang diajukan jaksa penuntut dinilai keberatan terhadap terdakwa.

“Kami akan ajukan pledoi, karena 18 tahun itu keberatan bagi terdakawa Camelia, karena perkara ini adalah perkara split,” kata Hasan di luar sidang.

Dalam dakwaannya, Sayekti menjelaskan korban M. Sofyan dan terdakwa bermula berkenalan pada Juni 2015 melalui pesan BBM. Setelah berkenalan, korban mengajak terdakwa bertemu dan terdakwa mengatakan jika sedang mengalami masalah keuangan untuk membayar uang sewa indekosan sebesar Rp1 juta.

Lalu Sofyan akan membantunya dengan syarat agar terdakwa dapat melayani korban Sofyan. Terdakwa yang menyetujui, kemudian mengajak Sofyan bertemu di tempat indekosnya. Di lain sisi, terdakwa mengatakan hal tersebut kepada kekasihnya Prada Ahmad Dadi Pracipto perihal tersebut.

BACA: Inilah Menit ke Menit Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati

Kemudian Prada Ahmad Dadi pun mengizinkan Kamelia melayani Sofyan, sehingga Dadi pun pergi dari tempat indekos Camelia. Namun, setelah korban Sofyan datang dan melakukan persetubuhan dengan Camelia, korban tidak memberikan uang yang dijanjikan tersebut dengan alasan lupa membawa dompet dan mengatakan uang yang dijanjikan itu akan ditrasfer ke rekening terdakwa Camelia.

Karena kesal tidak diberikan uang, Camelia pun menelepon Prada Ahmad Dadi untuk kembali datang ke kosannya. Setelah Dadi datang, terjadi pertengkaran antara Camelia, Ahmad Dadi dan Sofyan di dalam kamar indekos Camelia yang dilanjutkan dengan perkelahian.

Ketika perkelahian antara Sofyan dan Prada Ahmad Dadi terjadi, Camelia pergi keluar mengambil sebatang balok kayu yang dipukulkan ke kepala Sofyan. Setelah dipukul, Sofyan terkapar dengan luka di kepala bagian depan.

BACA: Beginilah Cara Camelia Menghabisi Nyawa Karyawan Universitas Malahayati

Sedangkan Dadi memegang kedua tangan dan mengikatnya dengan tali jemuran dan kembali dipukul serta diinjak sebanyak dua kali hingga Sofyan tidak berdaya.

Usai melakukan hal tersebut Dadi langsung pergi ke rumahnya di daerah Gadingrejo dan terdakwa menuju ke rumah Dadi menggunakan mobil Sofyan, lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian Camelia dan Dadi pergi ke Karawang, Jawa Barat.

Akibat perbuatan keduannya tersebut Sofyan meninggal dunia. Sesuai dengan surat visum et repertum dari Rumah Sakit RSUDAM, pada pemeriksaan mayat Sopyan dalam kondisi sudah membusuk.

Ditubuh korban, di temukan beberapa luka terbuka pada kepala akibat kekerasan benda tumpul, serta ditemukan resapan darah pada kemaluan akibat kekerasan. Pada pemeriksaan dalam ditemukan patah tulang yang disertai resapan darah pada tenggorokan dan tulang dadanya.

Loading...