Beranda Hukum Kriminal Pembunuhan-Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Medi Tolak Peragakan Adegan karena tidak Memutilasi

Pembunuhan-Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Medi Tolak Peragakan Adegan karena tidak Memutilasi

214
BERBAGI
Saat gelar prarekonstruksi kedua di tempat pembuatan plat nomor kendaraan di Jalan Teku Umar depan Kantor PT KAI Tanjungkarang dan photo saat di Jalan Soekarno Hatta (Bypass). pada saat gelar pra rekonstruksi peran tersangka Medi Andika digantikan oleh anggota polisi.

Teraslampung.com | BANDARLAMPUNG — Polda Lampung telah menggelar praekonstruksi kedua kasus pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor, pada Kamis (5/8/2016) lalu. Dalam prarekonstruksi tersebut, tersangka Brigadir Medi Andika tidak mau memperagakan adegan.

Diketahui, pada gelar prarekonstruksi kedua, ada sekitar 20 adegan yang diperagakan. Semua adegan tersebut diperagakan oleh tersangka Tarmizi. Sedangkan tersangka Brigadir Medi Andika tidak mau memeragakan adegan dan hanya tetap berada di dalam mobil. Peran Medi digantikan penyidik Polda Lampung oleh seorang anggota polisi.

SIMAK: Kronologi Brigadir Medi dan Tarmizi Membuang Mayat Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung

Kuasa hukum Brigadir Medi Andika, Sopian Sitepu, saat dikonfirmasi mengatakan prarekonstruksi tersebut merupakan hak penyidik. Prarekonstruksi ini adalah upaya penyidik untuk membuat terangnya suatu perkara.

Namun, Sopian Sitepu menekankan bahwa pada saat dilakukan gelar prarekonstruksi, kliennya menolak semua adegan yang diperagakan.

“Ya memang benar, pada saat prarekonstruksi klien saya Medi tidak mau memperagakan. Sebab, dia (Medi) merasa tidak terlibat dalam kasus tersebut,”ujarnya, Jumat (5/8/2016) sore.

BACA: Prarekonstruksi Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Ada 50 Adegan yang Diperagakan

Dikatakannya, bahwa Medi memiliki alibi kuat pada saat pembuangan mayat M Pansor di Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan. Menurutnya, bahwa pada saat itu Medi berada di rumah mertuanya di daerah Kemiling.

“Hal tersebut, didukung juga dengan keterangan istri Medi yang menyatakan kalau Medi ada di rumah mertua bersama istrinya,”katanya.

BACA: Kasus Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Brigadir Medi Andika Terancam Hukuman Mati

Saat disinggung mengenai gugatan praperadilan, Sopian Sitepu mengaku sampai saat ini, pihaknya belum mengambil langkah itu. Dikarenakan, penyidik sudah memenuhi syarat formal penahanan terhadap Medi. Namun untuk syarat materiil, perlu dibuktikan pada saat di pengadilan.

“Mengenai alat bukti penyidik, biar dibuktikan nanti saja saat di pengadilan,”ungkapnya.

Ikuti Perkembangan Topik: Pembunuhan – Mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung

Loading...