Beranda News Kesehatan Pemda Kabupaten Pringsewu dan SNV Dekralasikan Gerakan SBS dan CTPS

Pemda Kabupaten Pringsewu dan SNV Dekralasikan Gerakan SBS dan CTPS

228
BERBAGI
Koordinator STBM SNV Bambang Pujiatmoko

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah daerah Kabupaten Pringsewu bekerjasama dengan SNV (Netherlands Development Organisation ) mendeklarasikan program  Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan Gebyar Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), di Lapangan Gemah Ripah, Kecamatan Pagelaran , Kabupaten Pringsewu, Kamis (18/5/2017).

Menurut Koordinator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) SNV Bambang Pujiatmoko , dekralasi digelar di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu karena telah berhasil terbebas dari prilaku BABS. Bahkan, berdasarkan hasil verifikasi Tim STBM Provinsi dan Kabupaten pada tanggal 10 Mei 2017, Sebanyak 22 Pekon (12. 488 KK) di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu telah dinyatakan terbebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Karena itu, masyarakat dan jajaran aparat Kecamatan Pagelaran bersama Bupati Pringsewu mengadakan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan CTPS pada Kamis ini , 18 Mei 2017 bertempat di Lapangan Gemah Ripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu,” katanya.

Bambang mengatakan tujuan diadakannya deklarasi desa SBS/ODF adalah untuk memberikan apresiasi dan pengakuan atas usaha masyarakat kecamatan Pagelaran yang telah berhasil membuat kecamatan ODF dan agar dapat terus menjaga wilayahnya tetap SBS/ODF dan mengajak masyarakat untuk melanjutkan melakukan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat

“Perilaku sanitasi yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit diare, kolera, typhoid fever, dan paratyphoid fever, disentri, penyakit cacing, ascariasis, hepatitis A dan E, penyakit kulit, schistosomiasis, cryptosporidiosis, dan penyakit yang berhubungan dengan malnutrisi.”

Sementara itu, lanjut Bambang, SNV (Stichting Nederlandse Vrijwilliger/Netherlands Development Organization) adalah organisasi internasional non profit yang bergerak di bidang pembangunan masyarakat.

Berdiri sejak 50 tahun yang lalu di Belanda, dan telah bekerja di 38 negara di Asia, Afrika dan Amerika latin. SNV bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui tiga sektor utama; Pertanian, Air dan Sanitasi, Energi terbarukan dan isu lintas sektor yaitu Perubahan Iklim.

“Keberadaan SNV di Provinsi Lampung adalah mendukung pelaksanaan program nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)” guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Pringsewu,” jelasnya.