Beranda Teras Berita Pemerasan dan Kekerasan di Sekolah Favorit, Orang Tua Siswa Lapor Ombudsman

Pemerasan dan Kekerasan di Sekolah Favorit, Orang Tua Siswa Lapor Ombudsman

356
BERBAGI
Siti Nur’aeni/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Ombudsman R.I. Perwakilan
Lampung menerima laporan terkait pemerasan dan kekerasan terhadap siswa.
Pemerasan itu terjadi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri favorit
di Kota Bandarlampung. 

Ketua
Ombudsman perwakilan Lampung Zulhelmi, pada Jumat(25/4/2014) menjelaskan
pengaduan disampaikan dari orang tua siswa yang anaknya kerap mengalami
pemerasan yang dilakukan siswa lainnya.

“Pelaku
pemerasan adalah siswa dari sekolah yang sama. Kekerasan sering  dilakukan
bila anaknya enggan untuk menuruti permintaan siswa yang melakukan pemerasan
tersebut,” katanya.

Zulhelmi berjanji akan bertindak sesuai dengan kewewenangan. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan
melihat  kelalaian Kepala Sekolah dalam mengawasi proses kegiatan belajar
mengajar di sekolah.

“Kejadian
berlangsung di sekolah, selama jam sekolah. Karena itu Kepala Sekolah masih
bertanggung jawab penuh dalam hal ini,” ujar dia.

Menurut Zulhelmi, berdasarkan
keterangan pelapor, pemerasan itu telah berlangsung selama satu semester di
sekolah tersebut. “Tidak  sepantasnya dunia pendidikan ternodai oleh tindakan
pemerasan apalagi sampai terdapat kekerasan fisik yang dilakukan oleh siswa
dari sekolah itu sendiri. Selama satu semester, siswa korban pemerasan diam saja karena merasa takut. Bagaimana
dapat memperoleh pendidikan dengan baik jika dalam prosesnya saja siswa
mengalami tekanan seperti ini?” ujarnya.


Ditanya
mengenai sekolah yang menjadi tempat peristiwa pemerasan, Zulhelmi belum mau
membuka terkait hal itu. 

“Berdasarkan
informasi pelapor, pihak sekolah berjanji untuk menindaklanjuti hal ini, paling
lambat Senin depan. Sesuai ketentuan Ombdusman, Kami tetap menghargai dan
menunggu proses penanganan pengaduan dari instansi yang bersangkutan, namun
kami akan tetap memantau penanganannya,” ujar Zulhelmi.

Loading...