Beranda News Internasional Pemerintah India Minta Malaysia Segera Ekstradisi Zakir Naik

Pemerintah India Minta Malaysia Segera Ekstradisi Zakir Naik

1076
BERBAGI
Zakir Naik diterima Wakil Presiden Jusuf Kala di Rumah Dinas Wapres RI, Sabtu, 4 Maret 2017 (Foto: Istimewa via Instagram).

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah India secara resmi meminta ekstradisi Zakir Naik, penceramah kondang warga negara India yang saat ini menikmati perlindungan di Malaysia.

“Kementerian Luar Negeri telah mengirim permintaan ekstradisi Zakir Naik kepada pihak berwenang Malaysia setelah Lembaga Investigasi Nasional India (NIA) menyelesaikan semua formalitas termasuk pengumpulan bukti, pengajuan tuntutan,” lansir freemalaysiatoday.com,Sabtu,31 Maret 2018.

Belum jelas apakah permintaan ekstradisi itu akan dipenuhi Malaysia atau ditolak. Namun, beredar kabar bahwa pengadilan di Kuala Lumpur kemungkinan akan mendengar permintaan India.

Sebelumnya Malaysia mengatakan siap untuk mengekstradisi Naik jika ada permintaan resmi dari India.

Pada November 2017 lalu Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi berjanji  untuk mengekstradisi Zakir Naik jika permintaan dikirim oleh pemerintah India di bawah perjanjian bantuan hukum timbal balik.

Zakir Naik menjadi buronan India sejak tahun lalu atas berbagai tuduhan kejahatan terkait ujaran kebencian dan terorisme.

Berdasarkan dokumen tuntutan yang diajukan pada 26 Oktober 2017, NIA mengklaim Zakir Naik telah menghina keyakinan agama Hindu, Kristen dan sekte Islam seperti Syiah, Sufi dan Barelvi. Selain itu, pidatonya juga diayakini mempengaruhi para pemuda untuk bergabung dengan ISIS.

Zakir Naik dituntut di bawah Undang-Undang Aktivitas Tidak Sah (Pencegahan), konspirasi kriminal dan mempromosikan permusuhan di antara kelompok agama yang berbeda.

Sumber lain mengatakan CD dan DVD pidato Zakir Naik yang diduga menyebarkan kebencian akan dibagikan kepada jaksa dalam proses dengar pendapat ekstradisi Naik di Malaysia.

“Ada bukti kuat Naik menggunakan LSM Islamic Research Foundation atau IRF dan perusahaan Harmony Media Pvt Ltd untuk kegiatan anti nasional,” kata seorang pejabat India.

Pemerintah India juga telah melarang operasionalisasi IRF selama lima tahun seetelah Zakir Naik dijerat hukum. Larangan ini berdasarkan Undang-undang Antiteror negara itu.

Selain disambut baik publik Malaysia, Naik juga disambut hangat di Indonesia. Bahkan ia pernah diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum menggelar pengajian akbar di beberapa kota di Indonesia.

Loading...