Beranda News Nasional Pemerintah Peroleh Bonus 8 Juta Dolar AS dari Kontrak Kerja Migas

Pemerintah Peroleh Bonus 8 Juta Dolar AS dari Kontrak Kerja Migas

58
BERBAGI
Dewi Ria Angela/Teraslampung
Menteri ESDM Jero Wacik
Jakarta—Satuan
Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan
para kontraktor pemenang lelang menandatangani kontrak bagi hasil wilayah kerja
minyak dan gas (migas) konvensional di tujuh wilayah minyak dan gas di
Indonesia, Rabu (26/2). 
Total investasi komitmen eksplorasi sebesar 108,185
juta dolar AS, sedangkan bonus tandatangan yang akan diterima langsung oleh
pemerintah sebesar 8 juta dolar AS.
Usai
menjadi saksi penantanganan kontrak, Menteri ESDM Jero Wacik meminta semua
kontraktor wilayah kerja migas untuk segera bekerja sesuai dengan kontrak yang
sudah ditandangani bersama SKK Migas.

“Saya perintahkan kepada seluruh kontraktor yang sudah tandatangan, bekerjalah
segera, mulai besok. Jangan setelah menandatangani kontrak kerjasama lalu dibiarkan
bertahun tahun tidak dikerjakan. Sebab, rakyat dan Pemerintah menunggu hasilnya.
Eksplorasi yang dilakukan tahun ini, kira-kira 10 tahun lagi atau 15 tahun lagi
baru keluar gas atau minyaknya,” tegas Jero Wacik.

Dalam
melakukan kegiatan eksplorasi diakui Wacik, diperlukan dana besar, teknologi
dan resiko tinggi, namun kegiatan eksplorasi harus dilakukan utamanya untuk
mendapatkan cadangan-cadangan baru.

“Kalau
hari ini kita tidak tandatangani dan tidak dijalankan eksplorasinya, apa yang
akan dipanen oleh anak cucu kita, tidak ada,”  tambah Wacik.

Menurut Wacik acara penandatangan kontrak tersebut merupakan hasil lelang
reguler wilayah kerja migas tahap II pada 2012, periode 19 Oktober sampai 19
Februari 2013 sebanyak satu KKS dan lelang penawaran langsung wilayah kerja
migas tahap I pada 2013 periode 16 September 2013 sampai 31 Oktober 2013
sebanyak lima KKS serta wilayah kerja Alas Dara Kemuning.

Wacik mengungkapkan, secara keseluruhan total komitmen pasti eksplorasi dari
enam KKS yang ditandatangani adalah berupa studi G-to-G sebesar 5,23 juta dolar
AS, lalu survei seismik 2D sepanjang 3.550 kilometer (km), survei seismik 3D
1.165 km kubik dan pemboran delapan sumur eksplorasi.

Loading...