Beranda Hukum Kriminal Pemerkosaan Anak di Bawah Umur, PPPA Lampung Sarankan Rumah Aman di Lamtim...

Pemerkosaan Anak di Bawah Umur, PPPA Lampung Sarankan Rumah Aman di Lamtim Dibekukan

266
BERBAGI
Ilustrasi

TERASLAMPUNG.COM — Rumah aman swadaya masyarakat Lampung Timur, disarankan agar dibekukan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Theresia Sormin saat melakukan pendampingan terhadap korban pencabulan NF (14) di Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Lampung, Selasa (7/7/2020).

“Rumah aman yang di Lampung Timur ini, adalah lembaga swadaya masyarakat. Terduga pelaku pencabulan terhadap korban, yakni sebagai pendamping dan bukanlah sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara),” kata Theresia.

Dikatakannya, mengenai rumah aman swadaya yang ada di Lamtim tersebut, sudah ada instruksi dari pusat siang tadi bahwa rumah aman tersebut untuk dibekukan (dihentikan).

“Untuk pembekuannya, bukan wewenang kami dan itu kewenangan Pemkab setempat dan kami hanya menyarankan. Jadi, nantinya akan dibuat surat edaran agar dalam perekrutan sebagai pendamping harus dilakukan secara selektif agar kejadian serupa tidak terulang kembali,”ujarnya.

Tidak hanya itu saja, kata Theresia, dari Mendagri juga sudah disampaikan untuk membentuk UPTD PPA. Hal itu dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kewenangan, pihaknya telah menyusun dan membentuk unit UPTD PPA tersebut yang ada di 15 Kabupaten/Kota.

“Untuk di Lampung sendiri, sudah lima Kabupaten yang sudah terbentuk UPTD PPA dan terakhir bulan Maret 2020 kemarin dan saat ini tinggal pengisian pejabatnya saja. Brdasarkan surat dari kementerian itu, kalau sudah terbentuk UPTD PPA maka tidak perlu lagi P2TP2A,”ungkapnya.

Sementara Kepala UPTD PPA Provinsi Lampung, Amsir mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendampingi saksi korban NF dalam pemeriksaan di Posko Satuan Tugas Perlindungan Anak Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung.

Dalam kasus tersebut, lanjut Theresia, pihanya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung kebenarannya seperti apa.

“Bisa jadi benar, karena kami juga kan tidak tahu. Jika laporan ini terbukti benar, kami berharap penyidik bisa menegakkan hukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh terlapor (DA),”jelasnya.

Saat disinggung adanya dugaan korban kekerasan seksual lainnya yang diduga dilakukan oleh terlapor DA, pihaknya belum dapat memastikan. Akan tetapi, jika ada korban lainnya yang dilakukan terlapor DA bisa melaporkannya ke Polda Lampung atau Polres Lampung Timur dan bisa juga melaporkannya ke Dinas PPPA Provinsi Lampung.

“Kalau memang ada korban lainnya, bisa melapor ke Polda, Polres setempat dan kepada Kami juga bisa. Yang jelas, kami serahkan kasus ini ke penyidik Polda Lampung untuk mengungkapnya dan kita tunggu saja bagaimana hasilnya nanti,”tandasnya.

Zainal Asikin

Loading...