Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Pemilih Pemula Rentan Jadi Korban Politik

Pemilih Pemula Rentan Jadi Korban Politik

258
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Hampir di setiap ajang Pilkada, pemilih pemula rentan menjadi korban politik. Masifnya politik uang bisa mengubah cara berfikir dan sikap politik yang pragmatis.

“Padahal pemilih pemula merupakan harapan terbesar dalam melahirkan pemimpin daerah yang berkualitas. Meraka baru ikut pertama dalam politik, sudah disuguhkan cara-cara berpolitik yang kotor,” kata Yefri Febrian, usai melantik Ketua Umum HMI Komisariat Hukum UBL Muhamad Iqbal dan jajarannya, Jumat (3/3) malam di sekretariat HMI setempat.

Untuk itu, lanjut Febri, menghadapi Pilgub dan Pilbup serentak 2018 mendatang, HMI memiliki tanggung-jawab untuk melakukan upaya pencegahan praktek politik kotor. Caranya dengan melakukan program sosialisasi pemilih cerdas untuk kawula muda di sekolah dan kampus. Pendidikan politik penting dilakukan sejak dini agar mereka tidak apatis dan golput.

Sementara itu, alumni HMI dari UBL Nurcholis Sajadi yang hadir dalam pelantikan, mengingatkan agar HMI tetap bersikap independen. Pengurus HMI jangan larut dan terseret dalam politik praktis yang membuyarkan independesi etis dan organisatoris HMI.

“Mutiara yang harus dijaga kader HMI itu adalah sikap independen. Jangan sampai karena bela alumni yang lagi nyagub, menggadaikan hati nurani,” ujar fungsionaris Golkar Lampung itu.

Dikirim oleh Nurcholis Sajadi pada 4 Maret 2017

Usai dilantik, Iqbal mengatskan memiliki target menggelar Latihan Kader 1 sebanyak dua kali dalam setahun. Dia menyadari, jantung dari HMI adalah perkaderan. Salah satunya menanamkan jiwa keislaman yang belakangan dinilai banyak pihak terus tergerus.

Dalam kesempatan itu, diluncurkan buku karya kader HMI Komisariat yang berjudul Tinta Hitam Aktifis Muda karya  Rifki Mashuri Dinata.

Buku ini bertuliskan kumpulan opini yang pernah dimuat di media massa Lampung. Buku ini ditulis untuk merawat tradisi intelektual di HMI yang mulai luntur.