Pemilik Tempat Karaoke Pelanggar WAMI Akan Ditahan

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com



BANDARLAMPUNG- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, siap menerima pelimpahan tahap dua perkara pelanggaran lisensi dari pemegang hak cipta Wahana Musik Indonesia (Wami). Dalam perkara yang disidik Polda Lampung tersebut, ditetapkan dua orang tersangka. Yakni TG, pemilik Karaoke Happy Poly di Jl Gajah Mada Tanjungkarang Timur, Happy Poly, dan Happy One di Jl Pangeran Diponegoro Teluk Betung, dan I, pemilik Karaoke Santai Karaoke di  Jl Yos Sudarso Telukbetung Selatan.

Dalam proses tahap dua yang rencananya akan dilakukan pada Senin 13/10/2014, penuntut berencana akan menahan  tersangka.

Kasi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum (Kemenegtibum) Kejati Lampung, Sobeng Suradal, saat dikonfirmasi mengatakan, pelimpahan tahap dua seharusnya dilakukan beberapa hari kemarin, namun karena Asisten Bidang Pidana Umum (Aspidum) tidak ada ditempat maka pelimpahannya ditunda.

“Seharusnya ya sudah dilakukan sejak kemarinnya, tapi urung dilakukan karena Aspidum sedang tidak ada ditempat. Kami akan tahan keduanya sesuai perintah lisan dari asisten,” kata Sobeng melalui ponselnya, Minggu (12/10).

Sobeng menjelaskan, alasan penahanan akan berpengaruh pada proses penyusunan berkas rencana dakwaan hingga rencanan tuntutan sebelum berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang.

“Tentunya akan mempermudah dari proses penuntutan, terlebih lagi kita tahu bahwa berkas dalam tahap P21 itu sudah dapat dijadikan acuan bagi jaksa sebagai penuntut. Tapi kalau nantinya ditengah penyusunan ada yang kurang, kan tidak perlu repot kembali untuk memanggil tersangkanya,” jelasnya.

Ditegaskannya, untuk mengenai pembayaran loyalti yang timbul, kemudian tidak dapat dijadakan alasan pembenaran atau pemaan dari satu tindak pidana.

“Itu tidak dapat dijadikan dasar kita untuk memaafkan satu tindak pidana, ya artinya tidak dapat menghapuskan pidananya, mungkin dapat dijadikan satu pertimbangan di persidangan nanti,” tegas dia.

Diberitahukan sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, telah menetapkan dua orang sebagai tersangka atas pemilik lima karaoke keluarga yang diduga melanggar lisensi dari pemegang hak cipta Wahana Musik Indonesia (Wami).

Lima tempat karaoke tersebut adalah, Happy Poly dan Happy One keduanya berada di Jl Pangeran Diponegoro Teluk Betung, Happy Poly yang berada di Jl Gajah Mada Tanjungkarang Timur, NAV di Jl Raden Intan Tanjungkarang Pusat, dan Santai karaoke yang berada di Jl Yos Sudarso Telukbetung Selatan.

Dua tersangka tersebut adalah TG sebagai owner dan pengelola karaoke Happy Poly dan Happy One sedangkan untuk Santai karaoke, Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) menetapkan I sebagai tersangka.

Wadirkrimsus Polda Lampung, AKBP. Anwar di dampingi Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Sulistyaningsih mengatakan, terungkapnya pelanggaran atas hak lisensi tersebut dari hasil penyelidikan Dirkrimsus Polda Lampung selama satu bulan.

Untuk tempat Karaoke Happy Poly, Happy One, dan Santai, berkasnya oleh JPU telah dinyatakan lengkap P21. Sedangkan untuk tempat karaoke NAV masih dalam proses penyelidikan, karena pemiliknya masih melaksanakan ibadah Haji. Oleh karena itu, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap pemiliknya.

Terkait dengan hasil penyelidikan,  kepolisian menyita barang bukti berupa, empat unit televisi ukuran 32 inci, empat unit touhscreen, empat unit Subwofer, empat unit Amplifier, empat unit DVD player, delapan unit Soundsystem, delapan unit mic, dan buku panduan lagu yang telah diamankan di Mapolda Lampung.

Meski demikian,  karena telah melanggar Pasal 72 ayat (1) dan (2), dengan sengaja menyiarkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum, suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) akan dipidana paling lama selama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 500 juta.

“Dari beberapa tempat karaoke ada yang memiliki kelengkapan perizinan dan berlisensi diantaranya yakni, karaoke Inul, dan Lirik.”ungkap Anwar.

  • Bagikan