Beranda Teras Berita Pemilu 2014 di Lapas Gunungsugih, Kotabumi, dan Rajabasa

Pemilu 2014 di Lapas Gunungsugih, Kotabumi, dan Rajabasa

149
BERBAGI

Isbedy Stiawan ZS, Naquib Revolusi, Mas Bowo, Siti Qodratin Aulia/Teraslampung.com

Bandarlampung—Pesta demokrasi, Pemilihan Legislatif (Pileg) hanya 5 tahun sekali, dan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh nara pidana (napi) di Lembaga Pemasyrakatan (Lapas) Gunung Sugih, Kotabumi, dan LP Rajabasa Bandarlampung.

Namun, tidak semua napi di Lapas bisa menyuarakan haknya untuk berangkat ke TPS. Buktinya, ratusan napi di Lapas Kelas 2 Gunungsugih, Lampung Tengah, tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Soalnya, kurangnya sosialisasi KPUD setempat terhadap penghuni Lapas.

Akhirnya mereka terpaksa harus memilih dengan fasilitas seadanya, dan tidak sesuai standar. Mislanya, kotak suara yang hanya memakai karung bekas, lalu surat suara yang disediakan pun  hanya surat suara sisa dari TPS lain.

TPS di Lapas Gunungsugih hanya tersedia 50 surat suara, dan hanya 36 napi yang dapat mencoblos. Karena waktu yang sudah mepet dengan penghitungan suara serempak KPUD Lampung Tengah.

Sementara penghuni Lapas kelas 2 Kotabumi, Lampung Utara, Rabu (9/4) pagi juga memnerikan hak suaranya di TPS dalam rumah tanahan (rutan) tersebut.

Menariknya, penghuni rutan yang sakit pun terpaksa digotong ke bilik suara agar dapat mencoblos. Sekitar ratusan penghuni rutan tersebut bergantian keluar dari blok tahanan menuju TPS di salah satu gedung.

Ketua TPS khusus 136 Indar Laya mengatakan, daftar pemilih pemilu di Rutan Kotabumi berjumlah 393 orang. Penghuni rutan ini dipastikan semua memberikan haksuaranya.

Dari Lapas Rajabasa Bandarlampung, sebanyak 823 narapidana mengikuti pesta demokrasi untuk memiilh calon legislatif dan calon gubrnur-calon wakil gubernur Lampung. Merek mencoblos di dua TPS yang disediakan di dalam lapas.

TPS ini digunakan untuk  887 penghuni lapas yang terdaftar sebagai pemilih tetap. Dari jumlah itu, 823 di antaranya adalah warga binaan Lapas Rajabasa.

Pelaksanaan pemilu di Lapss Rajabasa ini mendapat pengawalan ketat dari petugas, selain petugas yang berjaga-jaga. Pihak lapas juga merekrut penghuni lapas menjadi tamping (tahanan pendamping) yang bertugas membantu kelancaran jalannya pemilu.

Surianto, kepala pengamanan Lapas Rajabasa Bandarlampung mengatakan, Lapas Rajabasa memberikan kebebasan bagi penghuni di sana untuk menggunakan hak suaranya. “Saya berharap penghuni laps dapat menggunakan hak suaranya dengan bebas dan rahasia,” katanya.
Berdasarkan catatan di Lapas Rajabasa, sebanyak 887 termasuk pegawai terdaftar dalam DPD di lapas tersebut.

Di Lapas Rajabasa ini juga terdapat mantan calon gubernur Lampung priode 2009-2014, yakni Andy Achmad Sampurnajaya. Kali ini ia menyalurkan hak suaranya di TPS 10 untuk calon legislatif (caleg) dan calon gubernur (cagub) Lampung periode 2014-2019 di dalam Lapas Rajabasa.

Kepada sejumlah wartawan, mantan Bupati Lampung Tengah yang tersandung korupsi APBD dengan Tri Panca ini menuturkan, peristiwa yang menimpanya merupkan perjalanan hidup yang harus dilakoninya.

“Pesan saya kepada gubernur terpilih, bekerjalah untuk kepentingan rakyat dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi,” kata kanjeng, sapaan andy, yang  juga ketua majelis  taklim di lapas ini.

Loading...