Beranda Politik Pemilu 2014 Pemilu 2014: Hasil Survai LSI, Jokowi-JK Unggul di Daerah Lumbung Suara

Pemilu 2014: Hasil Survai LSI, Jokowi-JK Unggul di Daerah Lumbung Suara

355
BERBAGI

Jokowi-JK Unggul di 31 Provinsi, Prabowo-Hatta Unggul di DKI dan Banten


Bambang Satriaji/Teraslampung.com

JAKARTA – Meskipun kampanye hitam terus menyerangnya, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla (JK) hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Jokowi-JK masih unggul sementara di lima wilayah atau provinsi.Kelima provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera.

“Sedangkan pasangan capres-cawapres lainnya, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya unggul di dua provinsi, yakni Banten dan DKI Jakarta,” kata peneliti LSI, Rully Akbar, saatt menyampaikan hasil survei Pemilu Presiden 2014 di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (4/6).

Menurut Rully, di Jawa Barat duet Jokowi-JK berhasil memperoleh dukungan 39,06 persen, sementara Prabowo-Hatta 29,96 persen. Di Jawa Tengah, Jokowi-JK mendapat 38,57 persen, Prabowo-Hatta mendapatkan 15,54 persen.

“Di wilayah Jawa Timur, elektabilitas duet Jokowi-JK sebesar 31,71 persen, Prabowo-Hatta sebesar 21,49 persen. Di Sumatera Utara, elektabilitas Jokowi-JK mencapai 48,16 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Hatta mencapai 16,38 persen,” kata Rully.

Hasil survei LSI juga menunjukkan bahwa di ‘kandang Kalla’, yakni Sulawesi Selatan, pasangan Jokowi-JK memperoleh dukungan sebesar 43,75 persen, sementara duet pasangan Prabowo-Hatta yang diusung oleh enam partai politik (Parpol) hanya memperoleh dukungan sebesar 19,25 persen.

Sebaliknya, di Jakarta, Prabowo-Hatta 35,0 persen, sementara Jokowi-JK sebesar 30,66 persen.Di Banten Prabowo-Hatta juga unggul 33,53 persen, sementara Jokowi-JK hanya 26,25 persen.

LSI memperkirakan dari 33 provinsi di Indonesia, hanya 7 provinsi yang kan jadi The Real Battlefield (arena pertarungan Pilpres 2014 sebenarnya), yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, lalu Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Meski Jokowi-JK unggul, tetapi belum ada jaminan pasangan tersebut akan memenangkan pertarungan pada 9 Juli mendatang. Sebab, jumlah suara mengambang alias calon pemilih yang belum menentukan pilihan masih sangat banyak.
Di Jawa Barat, misalnya, memang Jokowi – JK  meraih 39,06% dan Prabowo-Hatta hanya  29,96%. Namun, calon pemilih yang belum menenentukan pilihan sebanyak 30,98%. Di Jawa Tengah,  Jokowi-JK meraih  38,57%,  sedangkan Prabowo-Hatta 15,54%. Tetapi, orang yang belum menentukan pilihan jumlahnya mencapai 45,89%. Hal serupa juga terjadi di Jawa Timur. Di Jatim,  Jokowi-JK meraih 31,71%, Prabowo-Hatta 21,4% , sementara orang yang belum menentukan pilihan ada 46,80%.
Di Sumatera Utara,  Jokowi-JK mendapatkan dukungan 48,16% Prabowo-Hatta 16,38%. Sedangkan yang belum menentukan pilihan ada35,46% . Di Sulawesi Selatan, Jokowi-JK meraijh dukungan 43,75%, Prabowo-Hatta 19,25%, sementara yang belum memutuskan pilihan ada 37,00%.
Sementara Prabowo Hatta unggul di 2 provinsi yakni DKI Jakarta: Jokowi-JK 30,66% Prabowo-Hatta 35% dan 34,34% belum memtuskan, serta provinsi Banten: Jokowi-JK 26,25% Prabowo-Hatta 33,53% dan 40,22% belum memutuskan.

Sisa di 26 provinsi lainnya Jokowi-JK unggul dengan prosentase 32,76% Prabowo-Hatta 21,28% dan 45,96% belum memutuskan.

“Bahwa siapa yang bisa merebut pemilih yang mengambang (35%) dengan pencitraan figur yang lebih baik itu yang bisa memenangkan pilpres,” tuturnya.

Menurut LSI, ketujuh provinsi tersebut sangat patut disebut sebagai arena yang sesungguhnya sebab di sana populasi pemilihnya mencapai sebesar 70 persen dari seluruh jumlah total pemilih nasional, dibanding dengan provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Tujuh daerah itu selama ini dikenal sebagai lumbung suara dalam pemilu, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden. Partai dan capres yang menguasai di daerah tersebut dipastikan akan menang pemilu.

 Rully mengatakan, survei terbaru dari LSI ini, dilakukan pada awal Mei 2014 di 33 provinsi yang ada di Indonesia. Jumlah responden yang dipakai adalah sebanyak 2.400 orang. Dan survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka, dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini katanya sebesar 2 persen.

Loading...