Beranda Politik Pemilu 2019 Pemilu 2019: Jadi Caleg DPR RI, Inilah Modal Nurka Cahyaningsih

Pemilu 2019: Jadi Caleg DPR RI, Inilah Modal Nurka Cahyaningsih

797
BERBAGI
Nurka Cahyamingsih (Foto: Istimewa)

TERASLAMPUNG.COM — Puluhan tahun menjadi aktivis NGO lokal, nasional, hingga level internasional menjadi modal bagi Nurka Cahyaningsih untuk maju sebagai calon legislatif DPR RI pada Pemilu 2019.

Caleg Nasdem yang diplot maju melalui Dapil Lampung 1 ini bertekad akan terus memperjuangkan kelestatian alam dan lingkunganyang untuk kesejahteraan rakyat.

Masalah kelestarian alam dan lingkungan bukan hal baru bagi aktivis NGO ini. Bidang itu telah dirintis sejak ia duduk di bangku kuliah di Universitas Lampung (Unila), kemudian berlanjut saat ia menjadi aktivis NGO di Lampung dan Jakarta.

Nurka Cahyaningsih adalah salah satu pelopor Hutan Kemasyaratan (HKM) di Lampung. Itu adalah program yang sukses diterapkan di Kabupaten Lampung Barat oleh The World Agroforestry Centre (ICRAF) bersama Watala. Saat itu Nurka menjabat Koordinator Program ICRAF SE Asia untuk Lampung.

Program HKM  memungkinkan masyarakat di sekitar hutan bisa memliki akses terhadap hutan sehingga kesejahteraan mereka meningkat.

“Mayoritas masyarakat Lampung adalah petani yang tinggal di  kawasan hutan. Tanah tak pernah bertambah tapi masyarakat terus bertambah dan butuh lahan garapan,” kata Nurka.

Menurut dia, masyarakat terpaksa masuk ke dalam kawasan hutan karena beberapa faktor, di antaranya adalah tekanan ekonomi. Ia pun bersama pemerintah terkait terus mencari kebijakan win-win solution sambil mengedukasi masyarakat untuk tidak boleh masuk kawasan hutan.

“Karena kalau dibiarkan terus dan tidak terkontrol, hutan akan rusak dan masyarakat tak jelas arah pembangunannya,” katanya.

Pengalaman puluhan tahun menjadi pendamping masyakat membuat perempuan yang akrab disapa Mbak Yayak ini sangat mudah akrab dengan masyarakat. Itulah yang juga salah satu modalnya untuk maju sebagai calon waikil rakyat.

BACA: HKM, Petani Tribudisyukur Sejahtera karena Panen Sepanjang Tahun

Ibu dua putra ini yakin bahwa hutan dapat menjadi perekat masyarakat dan menjaga hubungan baik dengan pemerintah.

“Kalau ada warga telanjur membuka lahan di hutan dan digarap itu dilegalkan dengan skema dan kebijakan yang mengaturnya agar masyarakat terarah seimbang ekologi dan sosial,” katanya.

Menurut istri dari Ketua DPD NasDem Lampung Barat, Ichwanto ini, masyarakat perlu bersama-sama melindungi aktivitas dan kelestarian hutan dengan mengacu pada regulasi.

“Satu satunya jalan adalah mempertemukan dengan solusi yang bisa disepakati bersama tapi jelas regulasinya,” katanya.

Nurka sebagai Ketua Dewan Kehutanan Nasional (Kamar LSM) ini juga memberikan masukan kepada pemerintah dalam hal pembaruan kebijakan.

“Kita ingin mengawal apakah secara subtansi isu yang kita bawa dari lapangan ini tercover dalam regulasi supaya manfaatnya terasa ke masyarakat,” tegasnya.

Soal pilihannya bergabung ke Partai NasDem, Nurka Cahyaningsih mengaku hal itu karena dirinya melihat sebagian besar arah kebijakan NasDem adalah pembangunan masyarakat dan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan capacity building yang selaras dengan jalan hidupnya.

Ia pun bangga dan sangat mendukung langkah kebijakan Partai NasDem dalam memberi seluas-luasnya ruang gerak kepada perempuan dalam konsep gender perspektif dan sosial inklusi bagi saudara-saudara difabel.

“Itu yang selama ini sering saya usung dalam kerja di lapangan bagaimana memberdayakan perempuan dan seluruh sosial inklusi harus terlibat,” terangnya.

Pernah satu waktu Nurka bersama organisasinya memberikan pendampingan selama tujuh tahun hingga tinggal bersama warga 24 jam dan menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan 300 keluarga petani di Lampung Barat.

“Kami berhasil mengantarkan masyarakat mendapatkan akses legal untuk boleh mengelola kawasan hutan yang diserahkan langsung oleh Presiden. Kami merasakan bahwa capaian tersebut sangat berarti bagi masyarakat,” terangnya.

BACA: Harapan Baru itu Bernama HKm

Upaya Nurka bersama segenap instansi terkait dalam memastikan kepentingan masyarakat dapat terakomodir dalam regulasi pemerintah dirasakannya sebagai taburan benih manfaat yang tidak akan pernah sia-sia.

“Kalau ingat itu saya masih merinding dan terharu. Kami menyaksikan ketika izin itu diberikan, masyarakat langsung nangis dan sujud syukur,” tandasnya.

TL/BBS

Loading...