Beranda News Pemilu 2019 Pemilu 2019, KPU Mesuji Abaikan Hak Pilih Ribuan Warga Moro-Moro

Pemilu 2019, KPU Mesuji Abaikan Hak Pilih Ribuan Warga Moro-Moro

508
BERBAGI
Perwakilan Persatuan Petani Moro-moro Way Serdang (PPMWS)/Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Ranting Moro-moro bertemu dengan Ketua KPU Mesuji, Selasa, 26 Maret 2019. Kepastian warga Moro-moro untuk bisa mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 mendatang masih belum jelas.
Perwakilan Persatuan Petani Moro-moro Way Serdang (PPMWS)/Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Ranting Moro-moro bertemu dengan Ketua KPU Mesuji, Selasa, 26 Maret 2019. Kepastian warga Moro-moro untuk bisa mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 mendatang masih belum jelas.

TERASLAMPUNG.COM — Meskipun sudah didata oleh petugas Pemilu, keinginan warga Desa Moro-Moro, Kabupaten Mesuji untuk bisa memiliki hak pilih dalam Pemilu 2019 masih belum jelas. Belum ada kepastian apakah mereka masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) atau tidak agar bisa mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Hal itu terungkap usai Persatuan Petani Moro-moro Way Serdang (PPMWS)-Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Ranting Moro-moro bertemu dengan komisiober KPU Mesuji, Selasa, 26 Maret 2019.

Kadek Tike, Sekretaris PPMWS, mengatakan KPU Mesuji sudah mendata warga beberapa waktu lalu. Namun, kata Kadek, sampai hari ini tidak ada kepastian soal hal pilih.

“Data warga sudah diterima Ketua KPU Mesuji, Saiful. Jumlah warga yang didata ada sekitar 900-an mata pilih. Itu belum termasuk kelompok-kelompok di luar wilayah Moro-moro yang menempati Register 45. Mungkin jumlahnya bisa ribuan,” kata Kadek, dalam rilis yang diterima Teraslampung.com, Selasa, 26 Maret 2019.

“Kami tentu saja akan terus berjuang, dalam waktu dekat kami akan menemui KPU provinsi dan KPU pusat. Bahkan kami akan melakukan aksi simpatik Di jalan lintas Sumatera dan Kantor KPU untuk menuntut hak pilih bagi Warga Negara yang Ada diregister 45,” kata Kadek.

Menurut Kadek, aksi menuntut hak pilih bagi Warga Negara  bertepatan dengan momen peringatan Hari Petani Tak Bertanah (Landless Day) yang diperingati pada tanggal 29 Maret oleh seluruh petani secara internasional.

Agung Usada, salah seorang perwakilan PPMWS, menyayangkan kinerja KPU Mesuji, KPU Lampung, maupun KPU pusat.

“Ini kemunduran dalam kehidupan demokrasi kita khususnya dalam Pilpres Dan Pileg 2019. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Pemilu 2014. Duku hak pilih warga diakomodasi. Kami masih ingat dan menyimpan piagam penghargaan dari KPU bagi warga Moro-moro sebagai warga negara yang aktif dalam memperjuangkan haknya,” kata Agung.

Agung mengaku, dalam pertemuan dengan KPU Mesuji, perwakilan warga Moro-moro hanya ditemui Saiful, tanpa kehadiran komisioner KPU lainnya.

“Hasil pembicaraan tadi juga belum bisa memberikan kepastian warga Moro-moro untuk bisa memilih dalam Pilpres Dan Pileg mendatang,” katanya.