Beranda News Nasional Pemindahan Ibu Kota Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 0,1%

Pemindahan Ibu Kota Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 0,1%

148
BERBAGI
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4)

TERASLAMPUNG.COM — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pemindahan ibu kota negara akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%. Hal ini dilihat berdasarkan berbagai elemen yang ada saat proses tersebut dijalankan.

“Meskipun  0,1% kelihatan kecil, jelas bukan angka yang kecil. Karena PDB kita sekarang mencapai Rp 15 ribu triliun. Jadi, 0,1% itu dampak langsungnya mungkin Rp 15 triliun,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara, di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (26/6).

Dengan adanya pemindahan ibu kota diyakini akan meningkatkan pemerataan. Hal ini dilihat dari potensi modal dan tenaga kerja yang ada. Penurunan tingkat kesenjangan pendapatan tersebut terlihat dari persentase kenaikan harga modal atau price capital sebesar 0,23% dan kenaikan harga tenaga kerja atau price labour sebesar 1,37%.

“Pemindahan ibu kota ini menyebabkan perekonomian jadi terdiversifikasi,” ucap Bambang.

Diperkirakan proses ini memerlukan dana sekitar US$ 23 miliar-US$ 33 miliar atau setara Rp 323 triliun-Rp 466 triliun. Untuk memenuhi pembiayaan, pemerintah akan menjalankan berbagai skema mulai dari Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga melibatkan pihak swasta lainnya.

“Opportunity cost dengan Rp 322 triliun maka harus bepikir apa prioritasnya. Kalaupun harus memakai dana pemerintah akan dilakukan seminim mungkin dari APBN. Pihak swasta akan melihat ibu kota ini sebagai tempat yang menarik untuk investasi,” ucap Bambang.

Dari kajian Bappenas, fundamental yang akan terkena dampak negatif dari pemindahan ibu kota adalah meningkatnya inflasi. Diperkirakan inflasi nasional meningkat sebesar 0,2%. Dampak terhadap inflasi ini masih berada dalam batas wajar.

Sumber: Investor Daily

Loading...