Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Peminjaman Aset RSUD Ryacudu, Pemkab Lampung Utara Diminta Jatuhkan Sanksi Tegas

Peminjaman Aset RSUD Ryacudu, Pemkab Lampung Utara Diminta Jatuhkan Sanksi Tegas

554
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

RSUD Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara

Kotabumi–Wakil Ketua II DPRD Lampung Utara (Lampura) M. Yusrizal mendesak Pemkab Lampung Utara menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang diduga sengaja meminjamkan aset milik Rumah Sakit‎ Umum Daerah Ryacudu (RSUDR), Kotabumi kepada Klinik HK.

“Pemkab harus jatu‎hkan sanksi tegas kepada oknum RSUDR Ryacudu jika memang terbukti sengaja meminjamkan aset RS kepada klinik tersebut,” tegas dia, Minggu (21/6).

Menurut‎ politisi berlambang bintang Mercy ini, dugaan peminjaman aset yang dilakukan oleh oknum RSUDR disinyalir tanpa melalui mekanisme yang semestinya alias melanggar prosedur. Padahal,‎ sejatinya aset yang diduga dipinjamkan oleh oknum RSUDR tersebut bukan hanya milik RSUD melainkan juga milik seluruh masyarakat Lampura karena sumber dana aset RSUD itu berasal dari uang rakyat.

Dengan demikian, setiap aset tersebut harus jelas pertanggungjawabannya. “Aset – aset yang ada di RSUDR itu milik seluruh rayat Lampura. Jadi, kalau memang mau dipinjamkan, yah harus lewat mekanisme yang ada,” tandas bapak dua anak itu.

Sebelumnya, oknum‎ pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu (RSUDR) Kotabumi, Lampung Utara diduga sengaja ‘meminjamkan’ aset milik RS kepada pemilik Klinik rawat inap HK tanpa izin.

Menurut pengakuan sumber terpercaya, tindakan oknum RSUDR Kotabumi yang meminjam aset yang notabene milik Pemkab tersebut terjadi sekitar bulan Mei lalu. Adapun aset yang diduga dipinjamkan kepada klinik HK disinyalir tanpa melalui mekanisme resmi tersebut berupa satu unit boks bayi.

Terbongkarnya ‘permainan licik’ oknum RSUDR tersebut, menurut sumber, berawal dari informasi yang didapatnya dari seseorang bahwa oknum RS akan mengeluarkan sejumlah aset RS untuk ‘dipinjamkan’ pada pihak Klinik HK melalui pintu samping RS yang berada tepat di Jalan Punai Jaya.

Untuk memastikan kebenaran informasi dimaksud, dirinya dan rekannya lantas melakukan pengintaian. “Saya lupa hari apa mereka (oknum) memindahkan barang itu. Tapi yang jelas sekitar bulan Mei kemarin,” tutur sumber, Rabu (17/8)

Tak lama berselang, kata dia, keluarlah sejumlah oknum RS memindahkan barang dari pintu samping tersebut ke atas mobil dan langsung bergegas meninggalkan lokasi. Lantas pihaknya pun membuntuti mobil agar diketahui pasti tempat barang tersebut berlabuh. Dalam perjalanannya, sumber yang menelepon dirinya bahwa mobil yang mengangkut barang untuk dibawa ke Klinik HK telah meninggalkan lokasi RS.

“Mendapat informasi itu, kami langsung segera menuju ke Klinik HK,” katanya.

Masih menurut sumber, tak lama setelah ia dan rekannya sampai di klinik tersebut, mobil pikap pengangkut boks bayi yang diduga milik RS tiba di lokasi. Ia dan rekannya pun lantas mempertanyakan alasan peminjaman boks bayi milik RS itu kepada pemilik klinik.

“Pemilik klinik bilang peminjaman boks bayi ini ‎telah mendapat izin dari RS. Waktu itu, kami cuma lihat boks bayi tapi nurut sumber kami, ada juga barang lainnya,” terangnya.

Di lain sisi, ‎Direktur RSUDR Kotabumi, Maya Metisa melalui pesan singkatnya membantah bahwa ada aset RS yang dipinjamkan ke Klinik dimaksud. Anehnya lagi, Maya menyatakan bahwa tak pernah ada Klinik yang bernama HK di wilayah Kotabumi atau Lampung Utara.

“Sampai saat ini tidak ada barang yang dipinjam dan di Kotabumi tidak ada Klinik HK,” kelit dia.

Loading...