Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemkab Akui Akan‎ Lunasi Pembayaran Uang Proyek pada Tahun 2018

Pemkab Akui Akan‎ Lunasi Pembayaran Uang Proyek pada Tahun 2018

569
BERBAGI
Perwakilan K2LUB rapat bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah terkait kisruh uang proyek tahun 2017

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara mengakui ada kemungkinan sejumlah pembayaran uang proyek tahun 2017 baru dapat dibayarkan ‎pada tahun 2018 mendatang. Sebab, aliran dana yang akan masuk diperkirakan tak akan mampu untuk melunasi seluruh pembayaran uang proyek tahun 2017.

“Kami masih mengharapkan dana sekitar Rp50 Miliar dari Pemerintah Provinsi Lampung (dapat segera turun). Andaikata dana yang masuk mendatang itu masih juga tak mencukupi untuk membayar uang muka dan PHO (Provisional Hand Over) maka kekurangannya akan dibayarkan pada tahun 2018 mendatang,” kata Sekretaris Kabupaten, Samsir usai menggelar pertemuan dengan perwakilan Koalisi Kontraktor Lampung Utara Bersatu (K2LUB) di rumah dinas Ketua DPRD, Rachmat Hartono, Selasa (14/11/2017).

Menurut Samsir, kekurangan pembayaran uang proyek itu akan tercatat sebagai hutang Pemkab dan harus dilunasi. Pembayaran uang proyek yang dilakukan bukan pada tahun yang sama dengan pengerjaan proyek (tahun 2018) sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33/2017.

“(Pembayaran pada tahun 2018 Itu kemungkinan terburuk)‎ tapi kami masih mengupayakannya. Mudah – mudahan, seluruh uang proyek dapat dibayarkan semua pada tahun ini juga,” tuturnya.

Sayangnya, Samsir tak begitu mengetahui berapa total anggaran proyek yang mesti dibayarkan oleh Pemkab pada tahun 2017 ini. Ia beralasan yang mengetahui persis tentang hal itu hanyalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

“Pak Kepala Dinas PU enggak hadir dalam rapat. Jadi, saya belum mendapat datanya,” terang dia.

‎Di tempat sama, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA), Budi Utomo juga mengaku hanya Dinas PU-lah yang tahu berapa total anggaran proyek yang harus dibayarkan.

“Mengenai berapa total alokasi anggaran proyek yang akan dibayarkan, yang tahu cuma pak Kepala Dinas PU,” katanya sembari berlalu menuju mobilnya.

Di sisi lain, Ketua K2LUB, Erfan Zen ‎membenarkan bahwa ada kemungkinan pembayaran sejumlah uang proyek tahun ini dibayarkan pada tahun depan. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran jika uang Rp50 Miliar yang diperkirakan masuk pada bulan Desember mendatang tak dapat mencukupi seluruh pembayaran uang proyek yang ada.

“Dalam rapat tadi disebutkan bahwa dana yang tersedia hanya sekitar Rp50 Miliar. Kalau tidak cukup, kekurangannya akan dibayarkan pada tahun 2018 mendatang,” jelas dia.

‎Erfan mengaku belum ada sikap resmi dari K2LUB terkait hasil rapat kali ini. Ia masih akan membahas hasil pertemuan ini dengan anggota K2LUB lainnya. Keputusan untuk menerima atau menolak hasil rapat ini mutlak wewenangnya para anggota K2LUB. Apapun sikap dari K2LUB akan mereka sampaikan pada rapat bersama dengan pihak eksekutif dalam waktu dekat.

“Saya tak bisa jawab gimana sikap kami sekarang. Kami akan rapat lagi dengan anggota K2LUB lainnya untuk mengetahui tanggapan mereka masing – masing,” jelas mantan anggota DPRD Lampura ini.
Area lampiran

Loading...