Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemkab Lampung Utara Bangkrut? Ini Salah Satu Faktanya

Pemkab Lampung Utara Bangkrut? Ini Salah Satu Faktanya

7892
BERBAGI
Kantor Pemkab Lampung Utara (Foto: © Teraslampung.com)
Kantor Pemkab Lampung Utara (Foto: © Teraslampung.com)

Feaby Handana |Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara sepertinya telah benar – benar bangkrut akibat buruknya pengelolaan sistem keuangan di lingkungan mereka. Indikasi ‘pailit’ itu tergambar jelas dari ketidakmampuan mereka untuk mengalokasikan dana pendamping Program Penyediaan Air Minum dan Sanisitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas) tahun 2019. Padahal‎, total anggaran pendamping yang sebelumnya telah dialokasikan dalam APBD 2019 itu hanya sebesar Rp2,2, miliar atau hanya sekitar 0,1 persen dari total APBD 2019 yang mencapai Rp1,9 triliun.

“Ada sembilan desa pendamping Pansimas yang ditunda kegiatannya hingga tahun 2020 karena kemampuan anggaran yang minim,” kata Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lampung Utara, Tabrani Sulaiman, Senin (16/12/2019).

Keputusan untuk menunda pelaksanaan Pansimas ini diambil usai pihaknya melaporkan persoalan ini kepada Wakil Bupati Budi Utomo baru – baru ini. Untuk menghindari sanksi akibat persoalan tersebut, Pemkab Lampung Utara mengirimkan surat penjelasan kepada pemerintah pusat‎ supaya Pansimas ini dapat dilaksanakan dalam Perubahan APBD 2020 mendatang.

“Di dalam surat itu dijelaskan kondisi keuangan Lampung Utara sangat tidak memungkinkan sehingga terpaksa untuk menunda kegiatan itu,” jelasnya.

Kesembilan desa itu tersebar di Kecamatan Kotabumi Utara, Abung Surakarta, Sungkaijaya, Sungkai Selatan, Tanjungraja, Abung Kunang, dan Sungkai Utara. Besaran anggaran yang diterima bervariasi mulai dari Rp245 juta-Rp250 juta.

“Kalau total keseluruhan desa yang mendapat Pansimas berjumlah 45 desa. Rinciannya, 36 desa mendapat anggaran pusat dan 9 desa ‎mendapat anggaran daerah,” terang dia.

Untuk desa penerima Pansimas yang bersumber dari anggaran pusat, pelaksanaannya sama sekali tidak ada kendala. Kucuran dana sebesar Rp8,8 Miliar lancar mengalir dari pusat.

“Tahun depan, Lampung Utara hanya mendapat jatah ‎41 desa termasuk desa pendamping sudah di dalamnya,” katanya.

Pansimas merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan jumlah fasilitas air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah pedesaan.

Loading...