Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemkab Lampung Utara Diminta Tegas Soal Karut Marut Parkir Elektronik RSU Ryacudu

Pemkab Lampung Utara Diminta Tegas Soal Karut Marut Parkir Elektronik RSU Ryacudu

286
BERBAGI
Iwansyah Mega praktisi hukum

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Praktisi hukum Lampung Utara, Iwansyah Mega, mendesak Pemkab ‘berani’ mengambil langkah tegas dalam persoalan parkir elektronik di Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi. Langkah tegas ini untuk mengakhiri polemik parkir di lokasi tersebut.

Menurut Iwan, ‎banyaknya keluhan warga seputar pelayanan parkir khususnya mengenai ketidakjelasan besaran tarif parkir di RSUR yang dikelola oleh PT. Guardian Oto Solusi sudah dapat menjadi landasan hukum Pemkab untuk membekukan atau bahkan memutus kerja sama dengan PT. GOS. Ketidakjelasan tarif parkir ini akibat sering rusaknya mesin parkir di sana.

“Supaya tak terus menimbulkan polemik di masyarakat, ‎Pemkab harus berani mengambil langkah terhadap pelanggaran ini,” tegas Iwansyah Mega, Sabtu (29/4/2017).

‎Apalagi, kata Iwan, besaran tarif parkir yang ditetapkan PT. GOS kepada para pengguna parkir disinyalir tak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8/2011 Tentang Retribusi Parkir sebagaimana yang ramai diberitakan oleh berbagai media massa. Jika memang dugaan persoalan tarif itu benar adanya, seyogianya PT. GOS segera mengatur ulang tarif mereka supaya sesuai dengan Perda. Jika tidak dilakukan maka tarif yang diberlakukan selama ini dapat dikategorikan sebagai pungutan liar.

“Kalau memang tarif parkirnya enggak sesuai Perda, itu namanya pungutan liar. Kalau sudah seperti itu maka Pemkab dapat dianggap mendukung pungutan liar yang selama ini terus diberangus oleh pemerintah pusat,” tandas pengacara yang tergabung dalam LBH Menang Jagad itu.

Iwan juga menyarankan kalangan legislatif menggunakan haknya seperti hak interplasi (meminta keterangan kepada pihak eksekutif) atau langsung merekomendasikan pemutusan kontrak dengan PT. GOS jika kalangan eksekutif enggan mengambil langkah tegas terkait persoalan ini.

“Para wakil masyarakat yang ada di gedung parlemen juga wajib merespon persoalan ini. Mereka dapat menggunakan hak interplasi atau mengeluarkan rekomendasi pemutusan kontrak parkir di sana,” papar Iwan.

Sebelumnya, ‎entah karena ingin cari ‘selamat’ atau memang faktanya seperti itu, PT. Guardian Oto Solusi ‘mengkambinghitamkan’ oknum – oknum di lapangan yang menjadi biang kerok sering rusaknya mesin parkir yang mereka kelola di Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara.

‎”Kami punya bukti kalau mesin parkir itu terindikasi sengaja dibuat error oleh oknum di lapangan,” kata Direktur PT. GOS, Mario sembari menunjukan sejumlah foto – foto yang dijadikan barang bukti saat ditemui di depan Mapolres.

‎Berbagai indikasi kecurangan yang mereka temukan, kata Mario lagi, merupakan hasil kesimpulan teknisi mereka setelah memeriksa kondisi mesin parkir yang kerap dikeluhkan warga. Dugaan kecurangan inilah yang menjadi alasan pihaknya mendatangi Mapolres. Mereka ingin berkonsultasi terlebih dulu dengan pihak Polres sebelum melaporkan persoalan ini secara resmi.

Sementara mengenai persoalan tarif parkir yang terindikasi bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2011, Mario yang didampingi Humas PT. GOS sempat berkelit bahwa tarif yang mereka berakukan telah sesuai dan tak berpedoman pada ‎aturan tersebut. Sebab, parkir yang mereka kelola merupakan termasuk objek wajib pajak parkir dan bukan termasuk retribusi parkir.

“Parkir RSUR yang kini diserahkan kepada kami itu termasuk pajak parkir. Jadi, aturannya tetap mengacu pada Perda (Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Pajak Parkir) yang mewajibkan perusahaan menyetor sebesar 25 persen dari total penghasilan tiap bulannya,” katanya.

Saat dipaparkan meski parkir RSUR kini telah berubah statusnya dari retribusi menjadi pajak parkir‎, namun besaran tarifnya sedianya tetap mengacu pada Perda Nomor 8/2011 Tentang Retribusi Parkir, Mario mengaku akan mempelajarinya dulu persoalan ini.

“Kami akan pelajari dulu aturannya,” kata dia.

‎Di lain sisi, Wakil Bupati Sri Widodo sempat mengultimatum PT. GOS segera memperbaiki mesin parkir mereka yang kerap rusak jika tidak diputus kontraknya. Ancaman ini dilontarkan Wabup usai melihat langsung kerusakan mesin parkir di RSUR.

Loading...