Pemkab Lampung Utara Terus Perjuangkan Kebebasan Ibu Penyiksa Balita Kandung

Pelaku yang diduga menyiksa anak kandungnya yang masih berusia satu tahun saat menjelaskan alasan yang melatarbelakangi perbuatannya
LFN, pelaku yang diduga menyiksa anak kandungnya yang masih berusia satu tahun saat menjelaskan alasan yang melatarbelakangi perbuatannya.
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASKAMPUNG.COM, Kotabumi– Pengajuan keadi‎lan restoratif untuk LFN (ibu penyiksa balita kandung) hingga kini belum dikabulkan oleh pihak kepolisian meskipun ajuan itu telah cukup lama disampaikan oleh Pemkab Lampung Utara. Meski begitu, pihak pemkab berjanji akan terus berjuang agar LFN dapat segera bebas.

“Komunikasi dengan pihak kepolisian terus dilakukan agar pengajuan keadilan restoratif untuk LFN dapat dikabulkan,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Natalia Manan, Selasa (18/10/2022).

Ia mengatakan, sembari menunggu pppengajuan keadilan restoratif ‎dikabulkan, mereka tetap fokus pada penyembuhan depresi yang dialami oleh LFN. Sedikitnya telah dua kali pendampingan mereka berikan pada yang bersangkutan.

“Beliau mengalami depresi. Proses penyembuhannya akan lebih mudah dilakukan jika yang bersangkutan telah bebas,” ‎kata dia.

Terpisah, Camat Bukitkemuning, Hendri Dunant turut membenarkan bahwa pengajuan keadilan restoratif untuk LFN hingga kini belum dikabulkan. Namun, ‎untuk bantuan – bantuan pemerintah, LFN kemungkinan besar akan mendapatkannya di masa mendatang.

“Untuk ‎bantuan – bantuan, LFN sepertinya akan mendapatkannya karena sudah kami upayakan,”

LFN sendiri terpaksa ditahan oleh pihak kepolisian karena diduga telah menyiksa anaknya yang masih berusia satu tahun. LFN sendiri berasal dari Kecamatan Bukitkemuning. Penahanan atas LFN dilakukan pada pertengahan pekan lalu.

Perbuatan yang telah berulang kali dilakukannyalah yang menjadi alasan utama di balik penahanan tersebut. Diketahui, aksi serupa telah dilakukannya sebanyak empat kali. Lantaran ditahan, balitanya yang juga merupakan korban perbuatannya terpaksa dititipkan pada yayasan. Langkah ini diambil setelah pihak keluarga tidak ada yang mau mengurus balita LFN.

‎Dugaan penyiksaan balita berumur satu tahun yang dilakukan oleh ibu itu sendiri terungkap dari video-video yang viral. Terdapat tiga potongan video yang yang merekam aksi dugaan penyiksaan tersebut. Dalam ketiga video tersebut, terduga pelaku terlihat jelas menampar, menginjak, dan bahkan menggantung putranya. Untungnya, meski diperlakukan sekeji itu, korban dinyatakan dalam keadaan sehat setelah diperiksa oleh pihak rumah sakit.

Feaby Handana