Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemkab Lampura Ancam Cabut Izin Penyedia Fasilitas Umum yang Beri Kelonggaran bagi...

Pemkab Lampura Ancam Cabut Izin Penyedia Fasilitas Umum yang Beri Kelonggaran bagi Perokok

251
BERBAGI
Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lampung Utara, Rabu (15/3/2017).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara mengancam akan mencabut izin penyedia layanan fasilitas umum yang masih memberikan kelonggaran kepada para perokok di tiga kawasan tanpa rokok (KTR) yang telah ditetapkan.

Ketiga KTR yang telah ditetapkan itu adalah fasilitas kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum lainnya seperti yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Setelah tahapan sosia‎lisasi ini selama enam bulan ke depan, akan ada sanksi tegas baik berupa teguran atau pencabutan izin kepada para penyedia fasilitas umum yang masih tak menerapkan aturan ini,” tegas Kepala Dinas Kesehatan, Maya Metissa usai sosialisasi KTR di Aula Tapis kantor Pemkab, Rabu (15/3/2017).

‎Maya menjelaskan, fasilitas kesehatan yang ditetapkan sebagai KTR itu meliputi Rumah Sakit, Puskesmas, klinik pengobatan, tempat praktik dokter dan bidan swasta, ‎apotek, dan pos pelayanan kesehatan. Sementara, KTR untuk fasilitas pendidikan meliputi kelompok bermain, PAUD, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, Tempat Kursus, dan Tempat Pendidikan/Pelatihan.

“Kalau fasilitas umum lainnya itu di antaranya meliputi angkutan umum, sarana olahraga, tempat kerja, pasar, terminal, stasiun, tempat wisata, taman kota, mini market, dan rumah makan,” urainya.

Di samping menyebutkan mengenai tiga KTR, perempuan berjilbab ini juga memaparkan bahwa setiap pelaku usaha dilarang mempromosikan, mengiklankan, menjual atau membeli rokok di KTR. Namun, larangan itu tak berlaku jika pelaku usaha melakukannya di luar KTR. Maya juga meminta peran aktif masyarakat untuk mewujudkan KTR ini baik itu pengawasan, penyuluhan atau penyebarluasan aturan ini dan dampak rokok bagi kesehatan.

‎”Sejatinya, aturan ini bukan untuk merampas atau membatasi hak para perokok namun untuk melindungi mereka atau generasi muda dari paparan asap rokok yang hanya akan merusak kesehatan,” kata dia.

Loading...