Pemkab Lampura Buka Peluang Bayar Tunggakan Gaji Karyawan PDAM Way Bumi

  • Bagikan
Ilustrasi uang

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–‎Pemkab Lampung Utara membuka kemungkinan untuk melunasi tunggakan gaji puluhan (mantan) karyawan PDAM Way Bumi. Meski begitu, pembayaran gaji ini tetap mengacu pada kemampuan anggaran daerah.

“Itu kan dibahas oleh tim penyelesaian. Semestinya harus dibayar,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten ‎Lampung Utara, Lekok, Jumat (1/10/2021).

Lekok mengatakan, persoalan tunggak puluhan gaji karyawan PDAM Way Bumi telah dibahas oleh tim penyelesaian. Tim itu di bawah koordinasi Bagian Ekonomi Sekdakab.

“Itu sudah dibahas oleh tim yang dikoordinir atau sekretariat administrasinya di Bagian Ekonomi. Lebih pasnya ke dia ajalah. Saya takut nanti salah jawab,” tutur dia.

Sayangnya, saat dikonfirmasi sehari sebelumnya, tepatnya Kamis (30/9/2021), Kepala Bagian Ekonomi Sekdakab Lampung Utara, Anom Sauni terlihat enggan menjawab seputar pertanyaan tersebut. Ia lebih memilih berlalu ke dalam gedung legislatif ketimbang meladeni pertanyaan seputar nasib gaji puluhan karyawan PDAM itu.

‎Sebelumnya, rencana Pemkab Lampung Utara untuk menghidupkan kembali Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Bumi memantik reaksi dari para (mantan) karyawan PDAM Way Bumi. Reaksi wajar ini muncul lantaran mereka teringat gaji mereka yang hingga kini masih belum dibayar oleh manajemen PDAM.

Tunggakan gaji yang belum dibayar itu adalah tunggakan gaji tahun 2010 hingga PDAM mati suri sekitar tahun 2011 silam. Sampai saat ini pun status mereka masih tak jelas apakah sudah diberhentikan atau malah sebaliknya.

“Rencana mereka itu membuat kami kembali teringat dengan nasib kami yang selama belasan tahun‎ belakangan ini tanpa kejelasan,” terang (mantan) Kepala Subbagian PDAM Waybumi‎, Varian Edy.

Sejak mengalami mati suri, ia dan para karyawan ‎PDAM lainnya yang berjumlah sekitar 65 orang tidak pernah menerima surat pemutusan hubungan kerja. Selama itu pula, mereka tidak pernah menerima gaji yang menjadi hak mereka.

“Sejak tahun 2010 hingga sekarang, 65 karyawan PDAM termasuk saya enggak terima gaji,” kata dia.

Varian Edy mengatakan, penuntasan tunggakan gaji para karyawan PDAM sejatinya bukanlah hal yang sulit. Jika pemkab memang mau menyelesaikannya, mereka akan dengan mudah melakukannya karena dikabarkan PDAM masih memiliki uang sekitar Rp2 Miliar di bank.

“Kabarnya, hasil audit Badan Pen‎gawas Pembangunan dan Keuangan mendapati PDAM masih memiliki uang Rp2 Miliar di Bank yang bisa dipergunakan untuk itu,” paparnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page