Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemkab Lampura Diguyur Dana Rp17 Miliar Lebih untuk Percepatan Pencegahan Stunting

Pemkab Lampura Diguyur Dana Rp17 Miliar Lebih untuk Percepatan Pencegahan Stunting

74
BERBAGI
Gambaran Anak Normal dan Anak Stunting (Sumber: Bank Dunia, 2017)

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dana Alokasi Khusus fisik untuk percepatan Pencegahan Stunting yang diterima oleh Lampung Utara tahun ini mencapai ‎Rp17 miliar lebih. Gelontoran belasan miliar DAK fisik itu akan ditujukan untuk pembangunan pada 53 desa ‎yang mengalami masalah dengan Stunting.

Stunting ‎adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga menyebabkan terganggunya pertumbuhan anak. Salah satu faktor penyebab stunting adalah sanitasi.

“Ada 53 desa yang menjadi prioritas menerima DAK fisik untuk percepatan pencegahan stunting‎pada tahun ini,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lampung Utara, Erwin Saputra, Selasa (16/2/2021).

Dana percepatan pencegahan stunting itu berasal dari pemerintah pusat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus. Total DAK yang digelontorkan oleh pusat untuk program itu berjumlah sekitar Rp17 Miliar lebih.

Program percepatan pencegahan stunting itu terbagi ke dalam tiga jenis, pembangunan, peningkatan, dan sanitasi. Program tersebut meliputi pembangunan penyediaan air bersih, peningkatan fasilitas penyediaan air, dan pembangunan sarana prasarana sanitas.

“Untuk nama – nama desa yang menerima program ini, seluruhnya ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelas dia.

Erwin mengatakan, program ini bertujuan untuk mengentaskan persoalan mengenai stunting yang ada di desa – desa penerima program. Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada lagi terdengar persoalan stunting di desa penerima program tersebut.

“Salah satu penyebab terjadinya stunting‎ adalah persoalan sanitasi. Semoga dengan program ini, persoalan stunting dapat teratasi,” ‎harapnya.‎

Di sisi lain, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengawasan DPKP, Ibrahim memberikan rincian jumlah desa berikut besaran dana yang akan diterima. Menurutnya, untuk pembangunan berjumlah 24 desa dengan total dana sebesar Rp7,7 Miliar. Kemudian, untuk peningkatan berjumlah 19 desa dengan Rp4,9 Miliar, dan sanitasi berjumlah 10 desa dengan total dana sebesar Rp5,3 Miliar.

“Dana itu akan langsung masuk ke rekening pihak pengelola kegiatan, dan tidak melalui kami,”katanya.