Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemkab Lampura Kembali Berlakukan Pelayanan Berobat Gratis

Pemkab Lampura Kembali Berlakukan Pelayanan Berobat Gratis

171
BERBAGI
Suasana rapat yang dipimpin oleh Plt Bupati Sri Widodo bersama pihak terkait untuk mengatasi permasalahan keuangan tahun 2017
Suasana rapat yang dipimpin oleh Plt Bupati Sri Widodo bersama pihak terkait untuk mengatasi permasalahan keuangan tahun 2017

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi--Pemkab Lampung Utara ‎memastikan pelayanan kesehatan gratis diberlakukan kembali bagi warga yang tercatat sebagai penerima bantuan iuran (PBI) terhitung sejak 1 Maret 2018

“Selama ini, pelayanan kesehatan gratis tersendat karena Pemkab memiliki utang sebesar Rp15,6 Miliar. Tunggakan ini akan kami angsur dalam dua tahap pada bulan ini sehingga pasien PBI kembali dapat berobat secara gratis,” terang Pelaksana Tugas Bupati, Sri Widodo usai rapat bersama pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan DPRD, Kamis (1/2/2018).

‎Dengan mulai berlakunya PBI, menurut Sri Widodo tak akan ada lagi pasien yang harus dipulangkan seperti yang sempat terjadi selama ini. Sebelumnya, pihak BPJS tidak sanggup melayani pasien PBI lantaran tunggakan BPJS Lampura mencapai Rp15,6 Miliar. Rinciannya, Rp13,2 Miliar di tahun 2017, dan Rp2,4 Miliar di tahun ini.

“Saya tak ingin dengar ada lagi warga yang dipulangkan setelah ini. Semua harus dilayani dan diberikan pelayanan prima,” tegas dia.

‎Masih menurut Sri Widodo, selain fokus terhadap penyelesaian tunggakan BPJS, pihaknya juga fokus terhadap pelbagai persoalan keuangan lainnya di tahun 2017 lalu. Persoalan keuangan itu, yakni pembayaran beban kerja, pembayaran tunggakan terhadap para kontraktor.

“Alhamdulillah, beban kerja tahun ini sudah mulai dibayar‎. Sementara mengenai pembayaran kepada para kontraktor sudah akan dimulai pada bulan ini secara bertahap juga,” jelasnya.

Ia mengatakan, kini tinggal persoalan tunggakan dana desa tahun 2017 yang masih terus mereka carikan solusinya. ‎Jika memang kondisi keuangan memungkinkan untuk melunasi tunggakan itu, pihaknya akan segera melunasinya. Tapi jika tidak memungkinkan, pihaknya tak akan memberikan angin surga kepada para kepala desa.

“Kalau memang tidak ada uangnya, saya akan katakan tidak mampu. Saya enggak akan berikan angin – angin surga kepada mereka. Tapi kalau dana desa tahun 2018, saya pastikan akan terbayar karena dananya memang ada,” papar mantan pejabat Kabupaten Waykanan itu.

‎Penyelesaian persoalan keuangan warisan tahun 2017 silam ini, menurutnya, berkat kerja keras Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan pihak DPRD. Mereka semua kerap melakukan rapat untuk mencarikan solusi atas persoalan keuangan tahun lalu.

“Semua penyelesaian persoalan keuangan tahun 2017 adalah berkat kerja keras TAPD dan DPRD Lampung Utara,” urainya.

Menyikapi penyelesaian permasalahan keuangan yang di bawah kepemimpinan Plt Bupati Sri Widodo, Herwan Mega, anggota D‎PRD yang ikut dalam rapat mengaku sangat mengapresiasi langkah – langkah taktis yang ditempuh oleh Sri Widodo.

“‎Kami menyambut baik kebijakan – kebijakan yang ditempuh oleh pak Sri Widodo dalam mengatasi permasalahan keuangan yang tetap mengacu pada aturan yang ada,” akui Herwan.