Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemkab Lampura Optimistis Pinjaman dari BJB Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Pemkab Lampura Optimistis Pinjaman dari BJB Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

183
BERBAGI
Salah satu kantor Bank Jakarta Banten (Foto: Wikimedia Commons)

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara optimistis dana pinjaman ‎dari Bank Jabar Banten yang masih dalam tahap pembahasan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan pinjaman ini untuk membangun Lampung Utara. Jadi, kami optimis akan sangat bermanfaat bagi warga,” tutur Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Utara, Syahrizal Adhar, Selasa (18/6/2019).

Syahrizal menyebutkan, keyakinan ini mereka ini bukanlah tanpa alasan yang mendasar. Hal ini dikarenakan kegunaan atau pemanfaatan anggaran peminjaman tersebut telah melalui ‘kajian’ yang matang.

“‎Dana pinjaman ini difokuskan untuk pembangunan di bidang infrastruktur, kesehatan, dan perdagangan. Ketiga bidang ini bersentuhan langsung dengan kepentingan warga,” jelasnya.

Untuk bidang infrastruktur, Syahrizal menguraikan, dana pinjaman ini rencananya digunakan untuk pembangunan jembatan layang (fly over). ‎Rencananya akan dibangun di perempatan kebun empat yang terkenal dengan kesemrawutan arus lalu lintasnya.

“‎Jembatan Fly over ini akan mengurangi tingkat kemacetan dan menurunkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas,” kata dia.

Sementara di bidang kesehatan difokuskan untuk ‎perbaikan atau peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi, misalnya ruang bedah dan ruang rawat inap.

Adapun untuk bidang perdagangan, dana pinjaman ini diperuntukan bagi perbaikan pasar pagi dan pasar sentral Kotabumi.‎ Dengan demikian, diharapkan akan membuat para pelaku ekonomi semakin bersemangat dalam menjalankan aktivitasnya.

“‎Kendati sudah dialokasikan peruntukannya, namun tak menutup peluang bagi kalangan legislatif untuk memberikan masukan atau saran dalam peruntukan anggaran itu,” jelasnya.

‎Di sisi lain, Wakil ‎Ketua II DPRD Lampung Utara, Herwan Mega mengatakan, pihaknya masih belum bersikap menyetujui atau menolak rencana peminjaman itu. Pihaknya masih perlu melakukan kajian mendalam terkait rencana tersebut.

“Pada prinsipnya, kami belum menentukan sikap karena masih perlu pembahasan yang lebih mendalam terkait tujuan dan seberapa besar manfaat dari pinjaman itu,” ‎tutur dia.‎

Pada Kamis (13/6/2019), pihak eksekutif dan legislatif menggelar rapat bersama terkait rencana pinjaman sebesar Rp325 Miliar ke BJB. ‎Pertemuan keduanya menghabiskan waktu sekitar 3,5 jam lamanya.

 

Loading...