Pemkab Lamsel Beri Santunan Ahli Waris Pasien Covid-19 yang Meninggal

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Sosial memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia karena Covid-19. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp5 juta. Bantuan itu diberikan guna menopang kehidupan keluarga yang ditinggalkan.

“Santunan ini wujud kepedulian Bupati Lampung Selatan terhadap keluarga yang ditinggal akibat virus Covid-19,” ujar Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Dulkahar dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Dulkahar menyebut, hingga saat ini 40 keluarga yang merupakan ahli waris korban Covid-19 di Lampung Selatan telah menerima santunan melalui rekening bank masing-masing.

“Di APBD murni, anggaran yang tersedia untuk santunan kematian sebanyak 40 jiwa sudah dicairkan dan sudah di transfer ke masing-masing ahli waris,” jelas Dulkahar.

Sedangkan, lanjut dia, sekitar 100 keluarga yang sudah mengajukan klaim saat ini prosesnya masih dalam tahap pengajuan dana tambahan melalui APBD Perubahan.

“Dinas Sosial mendapat alokasi tambahan santunan kematian untuk 50 jiwa melalui refocusing anggaran. Proses pengajuannya sedang berjalan, mudah-mudahan segera dicairkan. Tetapi ini belum bisa mengcover usulan yang masuk, ada sekitar 100 keluarga. Jadi kami mengajukan alokasi tambahan di APBD Perubahan,” ungkap Dulkahar.

Untuk itu, Dulkahar meminta masyarakat yang sudah mengajukan klaim santunan kematian akibat Covid-19 maupun santunan jaminan hidup bagi yang melakukan isolasi mandiri untuk bersabar.

Semua berkas yang diajukan masyarakat untuk klaim kematian maupun santunan jaminan hidup dampak Covid-19 sedang dalam proses.

“Semua masyarakat yang mengajukan usulan klaim kematian maupun santunan jaminan hidup sudah kita berikan penjelasan, termasuk alur dan mekanismenya. Yang belum menerima harap bersabar,” kata Dulkahar.

Sementara itu, alokasi anggaran yang tersedia di Dinas Sosial untuk anggaran jaminan hidup bagi warga yang melakukan isolasi mandiri akibat Covid-19 tersedia untuk 600 jiwa.

Dulkahar merinci, besaran anggaran maksimal Rp.560 ribu per Kepala Keluarga (KK). Sebab, dalam satu KK maksimal 4 jiwa, dimana masing masing jiwa mendapatkan jaminan hidup sebesar Rp.10 ribu untuk selama 14 hari.

“Pencairan tahap satu dan tahap dua untuk jaminan hidup warga yang isolasi mandiri sudah dicairkan. Saat ini yang sedang dalam proses adalah pencairan tahap tiga,” tuturnya.

Dulkahar menambahkan, proses usulan bantuan jaminan hidup bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19 masih terus berjalan.

Saat ini, kata dia, usulan yang masuk sekitar seratusan lebih, dan sedang dalam proses usulan pencairan. Dan tidak ada berkas usulan yang ditunda.

“Jika dihitung, sekitar 13 jiwa lagi yang tersisa. Namun, jika masih ada masyarakat yang mengajukan usulan bantuan jaminan hidup tetap kami proses. Jika anggarannya tidak mencukupi akan kami usulkan pada APBD Perubahan,” kata Dulkahar.

Tidak hanya bertumpu pada anggaran Dinas Sosial, Pemkab Lampung Selatan melalui tim yang dibentuk oleh Bupati Lampung Selatan juga terus berupaya menanggulangi dampak pandemi virus corona baru di daerah setempat.

Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menginstruksikan seluruh tim agar terus memonitor perkembangan Covid-19 di masing-masing wilayah kecamatan yang menjadi tanggungjawabnya. Termasuk memperhatikan warga masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri.

  • Bagikan