Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Pemkab Lamsel: Dua Lokasi akan Jadi Tempat Relokasi Korban Tsunami

Pemkab Lamsel: Dua Lokasi akan Jadi Tempat Relokasi Korban Tsunami

737
BERBAGI
Desa Kunjir, Lampung Selatan setelah diterjang gelombang tsunami pada 22 Desember 2018 lalu.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) telah memiliki calon  lokasi lahan yang akan dijadikan sebagai tempat relokasi warga yang rumahnya porak-poranda hingga rata dengan tanah setelah diterjang gelombang tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu.

“Ada dua tempat yang sudah diincar Pemda saat ini, tempat itu yang nantinya akan dijadikan lokasi relokasi untuk warga yang terdampak tsunami,”kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Selatan, Wahidin Amin, Jumat 4 Januari 2018.

Kedua lokasi tersebut, kata Wahidin, lokasi pertama ada di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa luas lahannya sekitar 2 hektar. Lahan yang akan dijadikan lokasi relokasi tersebut, berada di dataran tinggi dan lokasinya juga agak jauh dari bibir pantai. Untuk lokasi kedua, yakni didekat eks Hotel 56 Kalianda yang luas lahannya 5 hektar dan lokasinya memang sudah jadi aset pemerintah daerah.

“Kedua lokasi yang akan dijadikan untuk relokasi, saat ini kami masih fokus pada tanggap darurat bencana. Sedangkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi ini, akan memakan waktu panjang sekitar 2 tahun,”ungkapnya.

Wahidin mengutarakan, untuk merelokasi warga Desa Way Muli dan Kunjir yang rumahnya porak-poranda diterjang gelombang tsunami bahkan hingga rata dengan tanah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Menurutnya, hal tersebut nantinya akan didiskusikan terlebih dulu dengan warga yang menjadi korban bencana tsunami.

“Ya inikan mengenai mata pencaharian mereka (korban), sebab sebagian dari mereka ini berprofesi sebagai nelayan. Pastinya, mereka akan meminta daerah yang jadi relokasinya itu tidak jauh dari pantai,”terangnya.

Sementara untuk warga yang memang mata pencahariannya tidak terkait langsung dengan nelayan, kata Wahidin, kemungkinan bisa dan mau direlokasi ke wilayah Kalianda.

“Tapi kami (Pemda) masih belum memutuskan mengenai lokasi-lokasi yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat relokasi untuk mereka (korban),”pungkasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, I Ketut Sukerta juga mengatakan, lokasi lahan di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa yang akan dijadikan tempat relokasi untuk warga milik Desa. Saat ini, pemerintah daerah masih menyelesaikan administrasi dari lokasi lahan seluas 2 hektar yang ada di desa tersebut.

“Jadi secara administrasi, harus ada hibah dari desa ke pemerintah daerah. Oleh karena itu, saat ini kita masih menyelesaikan hal itu terlebih dulu,”ungkapnya.

Dikatakannya, lokasi yang akan menjadi tempat relokasi di Desa Way Muli itu, memang cukup tinggi dan lokasinya juga tidak terlalu dekat dengan pantai yakni berjarak 1 Km dari pantai. Rencananya, di tempat itu, akan dibangun hunian untuk warga yang rumahnya porak-poranda terkena dampak tsunami.

Loading...