Pemkab Lamsel Jadikan Acara Haul Raden Inten II Sebagai Agenda Tahunan

  • Bagikan
Pejabat (Pj) Bupati Lampung Selatan H. Kherlani, SE, MM, saat melihat langsung benda-benda bersejarah peninggalan Pahlawan Raden Inten II, di Lamban Balak (rumah Raden Inten), di Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, pada acara peringatan wafatnya Pahlawan Nasional Raden Inten II ke-159 tahun 2015, beberapa waktu lalu.
Pejabat (Pj) Bupati Lampung Selatan H. Kherlani, SE, MM, saat melihat langsung benda-benda bersejarah peninggalan Pahlawan Raden Inten II, di Lamban Balak (rumah Raden Inten), di Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, pada acara peringatan wafatnya Pahlawan Nasional Raden Inten II ke-159 tahun 2015, beberapa waktu lalu.

TERASLAMPUNG.COM, LAMPUNG SELATAN – Belum lama ini pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat, menggelar acara zikir dan doa bersama di Lamban Balak (rumah besar) Pahlawan Raden Inten, di Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Acara zikir dan doa bersama itu dilaksanakan dalam rangka memperingati wafatnya Pahlawan Nasional Raden Inten II ke-159 tahun (1856-2015).

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Budiman Yakub, SE mewakili Kepala Disparbud Lamsel Fauziah Arief, SH menuturkan, acara zikir dan doa bersama atau yang biasa disebut Haul itu memang rutin dilaksanakan setiap tanggal 5 Oktober tiap tahunnya. Namun, menurutnya, selama ini kegiatan tersebut hanya sebatas dilaksankan oleh pihak keluarga Radin Inten, Tokoh Adat, serta masyarakat desa setempat.

“Tapi alhamdullillah, untuk tahun ini acara haul memperingati wafatnya pahlawan Raden Inten II mendapatkan respon dari pemerintah kabupaten Lampung Selatan. Buktinya saja, dalam, acara tersebut dilangsungkan juga kegiatan gelar budaya oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Lampung Selatan,” ujar Budiman Yakub, kepada Teraslampung.com, Minggu (11/10) siang.

Budiman menuturkan, dengan adanya peranserta pemerintah daerah dalam acara Haul tersebut, diharapkan dapat dijadikan momentum guna pengembangan dan pelestarian adat budaya daearah yang ada di kabupaten serambi pulau sumatera ini.

“Disamping memperingati Haul Raden Inten, acara itu juga nantinya bisa dijadikan sebagai ajang festival tahunan yang memiliki nilai jual bagi dunia pariwisata yang ada di Lampung Selatan. Untuk itu, diharapkan kedepan pemerintah daerah bisa memasukan acara haul ini kedalam agenda tahunan, sehingga acara peringatan wafatnya pahlawan Raden Inten ini suaranya bisa terdengar sampai keseluruh pelosok nusantara,” tuturnya.

Budiman mengungkapkan, sosok Raden Inten merupakan pahlawan yang berjuang bukan hanya di Lampung Selatan, akan tetapi juga hingga seluruh nusantara, sehingga beliau (Raden Inten II, red) dijadikan sebagai pahlawan nasional.

Untuk itu, lanjut Budiman, masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran dari perjuangan yang telah dilakukan Raden Inten yang telah rela mengorbanan jiwa dan raganya demi mempertahankan tanah Lampung dari penjajahan Belanda.

“Digelarnya acara ini juga (haul dan gelar budaya, red), memiliki tujuannya untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Lampung Selatan dari berbagai macam suku, yang bisa dijadikan sebagai perekat kebudayaan daerah yang ada di Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

  • Bagikan