Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Pemkab Lamsel Minta TP2MKP Tingkatkan Mutu dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah

Pemkab Lamsel Minta TP2MKP Tingkatkan Mutu dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah

224
BERBAGI
Ir. Rini Ariasih

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, meminta kepada Tim Pelaksana Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan (TP2MKP) Kabupaten Lampung Selatan, untuk proaktif dalam melakukan pengawasan makanan atau jajanan anak sekolah.

Hal itu bertujuan, agar terwujudnya ketahanan pangan yang kokoh, meningkatnya ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, serta politik dan keamanan di Lamsel yang mengarah pada ketahanan pangan secara nasional.

Permintaan itu di sampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamsel Ir. Sutono, MM, mewakili Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza SZP, saat membuka kegiatan rapat koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan Lamsel, di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lamsel, Selasa (30/9).

Sutono menuturkan, untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh sebagai prioritas pembangunan, tentunya diperlukan adanya orang-orang penting selaku penggerak dan pelopor untuk memotivasi para pelaku usaha dibidang pangan.

Menurutnya, pemenuhan hak atas pangan merupakan tanggung jawab semua pihak. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, serta masyarakat guna terciptanya peningkatan ketahanan pangan.

“Itu artinya, urusan ketahanan pangan ini bukan hanya menjadi dominasi dari sektor tertentu saja. Tetapi juga semua satuan kerja (satker) yang tergabung dalam dewan ketahanan pangan,” terangnya.

Sutono mengatakan, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kabupaten ini (Lamsel, red) harus dilakukan sedini mungkin secara sistematis dan berkesinambungan. Sebab, SDM masa depan itu akan ditentukan oleh kualitas anak-anak dijaman modern seperti sekarang ini.

“Tumbuh kembang anak usia sekolah yang optimal, itu tergantung pada kualitas dan kuantitas nutrisi yang diasupnya. Maka dari itu, tantangan terbesar yang dihadapi, bagaimana menjaga mutu dan keamanan jajanan yang dijual ditiap-tiap sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Lamsel Ir. Rini Ariasih, MM menerangkan, pangan jajanan anak sekolah memiliki kontribusi yang besar dalam pemenuhan gizi anak sekolah. Akan tetapi menurutnya, pada usia tersebut, persepsi dan preferensi anak masih dalam tahap pembentukan dan pengembangan, tak terkecuali prefensi dalam hal memilih makanan (food preference). Sehingga, anak-anak sekolah tersebut akan sangat rentan mengkonsumsi makanan kurang sehat.

“Mutu dan keamanan jajanan anak sekolah merupakan aspek yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian serius. Mengingat,  bahwa anak usia sekolah merupakan cikal-bakal terbentuknya sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas,” tuturnya.

Dikatakannya, BKP Lamsel menyadari bahwa penanganan masalah jajanan anak sekolah tidak bisa ditangani sendiri oleh satu pihak saja, melainkan perlu dukungan dan kemitraan dari semua pemangku kepentingan secara sinergi dan terintegrasi.

“Oleh karena itu, melalui rapat koordinasi yang digelar ini, kami selaku Dewan Ketahanan Pangan Lamsel, menyediakan forum diskusi mengenai upaya meningkatkan mutu dan keamanan jajanan anak sekolah, dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.