Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Pemkab Lamteng Cairkan Dana Tunjangan Profesi Guru Sebesar Rp52 Miliar

Pemkab Lamteng Cairkan Dana Tunjangan Profesi Guru Sebesar Rp52 Miliar

257
BERBAGI
Bupati Lampung Tengah Mustafa memberikan penghargaan kepada para guru (Ilustrasi)

TERASLAMPUNG.COM – Dana tunjangan profesi guru (TPG) atau dana sertifikasi untuk triwulan pertama tahun 2017 bagi 4.440 guru Paud, SD, dan SMP di Kabupaten Lampung Tengah telah cair. Total dana yang disalurkan kepada para guru mencapai Rp52 miliar.

Hal ini dikatakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamteng, A. Helmi, Senin, 15/5/2017. Dia menjelaskan bahwa guru di Lamteng yang mendapatkan tunjangan sertifikasi berjumlah 4.440 guru.

“Guru yang berhak silakan cek rekeningnya. Insya Allah sudah masuk. Proses pencairan sudah selesai. Hari ini mulai ditransfer ke rekening masing-masing guru. Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah pertama di Provinsi Lampung yang sudah membayarkan dana TPG triwulan pertama ini,” kata Pelaksana Tugas  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamteng, A. Helmi, Senin (15/5/2017).

“Semoga pencairan dana tunjangan sertifikasi ini akan memotivasi guru untuk terus mendidik siswa-siswi di Lamteng,” kata Helmi.

Sementara itu, pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) Lamteng membenarkan bahwa proses pencairan TPG sudah selesai.

“Iya, Jumat (12/5/2017), sudah selesai diproses,” ujar Kepala BPKAD Lamteng Madani melalui Kabid Perbendaharaan dan Belanja Pegawai Ricky Augusta.

Sekretaris Karang Taruna Lampung ini menjelaskan, TPG yang dicairkan sebesar Rp52.755.741.000. Rinciannya, untuk 33 guru TK Rp572.445.000. Sementara untuk guru SD sebanyak 3.252 orang, dengan rincian dana Rp39.356.512.700 dan untuk guru SMP 1.132 orang dengan besaran dana Rp12.826.783.300.

Bupati Lampung Tengah  berharap pemberian insentif atau sertifikasi dari pemerintah dapat diimbangi dengan peningkatan kinerja guru.

“Tidak sekadar mengajar, , guru diharapkan mampu mendidik siswa menjadi pribadi yang berkarakter, berkualitas dan berprestasi. Dalam mengajar, guru harus punya output atau target yang harus dicapai. Jangan sampai nantinya kita hanya berbicara kuantitas, tetapi juga kualitas. Tak hanya menghasilkan banyak lulusan, tetapi bagaimana siswa tersebut mempunyai nilai dan daya saing,”kata Mustafa.

 

Loading...