Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Pemkab Lamteng Gelar Festival Kreasi Olahan Singkong

Pemkab Lamteng Gelar Festival Kreasi Olahan Singkong

404
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Pemkab Lampung Tengah menggelar Festival Olahan Singkongapangan Kampung Kaliwungu Kecamatan Kalirejo, Rabu (29/11/2017).

Festival yang diikuti 50 kelompok wanita tani (KWT) dari 27 kecamatan di Lampung Tengah itu dibuka Bupati Lampung Tengah Mustafa. Saat menyampaikan sambutan, Bupati Mustafa mengatakan singkong merupakan salah satu komoditas unggulan di Lampung Tengah.

“Selama ini Lamteng telah menyumbangkan 30 persen pasokan singkong baik lokal maupun nasional,” kata Mustafa.

Mustafa berharap komoditas unggulan ini tidak hanya dijual mentah, namun juga dijual dengan olahan yang variatif agar nilai jual singkong terdongkrak. Secara tidak langsung, kata Mustafa, langkah ini juga menjaga stabilitas harga singkong.

“Mengapa singkong? Karena sebagian besar petani kita menanam singkong. Saya ingin nilai jual singkong naik agar kesejahteraan petani lebih meningkat. Tentunya kita tidak bisa mengandalkan penjualan produk mentahnya, harus ada inovasi olahan singkong agar nilai jualnya naik,” paparnya.

Sejauh ini Pemkab telah membuat beberapa inovasi berbahan dasar singkong, mulai dari beras singkong, nasi tiwulku, tepung singkong, dan produk lainnya yang telah dipasarkan ke beberapa daerah.

Bupati Mustafa berharap Lampung Tengah bisa menjadi sentra penghasil singkong, termasuk dalam hal olahan singkong.

“Saya harap singkong menjadi produk unggulan di Lampung. Apapun olahan kreasi singkong, saya harap itu hasil kreasi dari Lampung Tengah,” imbuh dia.

Melalui festival ini juga diharapkan bisa mendorong para petani untuk lebih kreatif dalam mengelola hasil panen singkong. “Jika nilai jual singkong menjadi naik, tentunya berdampak pada perekonomian masyarakat khususnya petani,” pungkas Mustafa.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Jumani menerangkan, pada festival olahan singkong ini para peserta dituntut mampu menciptakan olahan atau resep makanan dari singkong. Para KWT terlihat antusias mengikuti perhelatan tersebut.

“Festival ini merupakan tindak lanjut dari program pak bupati dalam menjaga stabilitas harga pertanian. Tak hanya mencanangkan one zone one product, tetapi beliau juga berupaya meningkatkan nilai jual tiap komoditas,”kata dia.

Pada kesempatan itu Mustafa juga sempat menyerahkan 267 izin usaha gratis kepada para pelaku usaha di Kecamatan Kalirejo. Program izin usaha gratis merupakan salah satu suport pemerintah dalam menyukseskan program kampung ekonomi crative (KECE).

Loading...