Beranda Ruwa Jurai Lampung Timur Pemkab Lamtim akan Tindak Tegas “Pemain” Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai

Pemkab Lamtim akan Tindak Tegas “Pemain” Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai

1578
BERBAGI
Beras Bulog (ilustrasi/bisnis)

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah Kabupaten Lampung Timur meningatkan seluruh pihak yang  terkait dengan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019 untuk tidak “bermain” dalam penyaluran program tersebut.

“Kami tidak segan-segan untuk menindak tegas siapa pun yang “bermain” dengan penyaluran BPNT dan melaporkannya ke penegak hukum,”kata  Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lamtim, Tarmizi, Jumat, 20 September 2019, usai memimpin rakor mengenai evaluasi penyaluran BPNT 2019.

Rakor itu juga sekaligus merupakan tindak lanjut masukan dari sejumlah elemen masyarakat mengenai adanya dugaan penyimpangan dalam peyaluran BPNT 2019 di Lamtim.

Selain Tim Koordinasi Bansos BPNT hadir juga dalam rakor tersebut unsur perwakilan dari Bulog dan Bank Mandiri.

Dalam rakor tersebut Pemkab Lamtim meminta Bulog sebagai manajer penyedia benar-benar siap, dan jangan sampai terjadi barang yang akan disalurkan seperti beras atau telur tidak tersedia atau kurang baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Kepada pihak Bank Mandiri, Pemkab juga meminta agar E Warong yang ada harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami juga tidak mau lagi mendengar adanya Mesin Electronic Data Capture (EDC) yang tidak berfungsi. Intinya, dalam penyaluran BPNT tersebut ke keluarga penerima manfaat (KPM) harus dilaksanakan benar-benar sesuai dengan prosedure serta aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Tarmizi.

Tarmizi menegaskan, BPNT merupakan hak masyarakat khususnya mereka yang tidak mampu, sehingga Pemkab Lamtim wajib memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai ke KPM tanpa sedikitpun di permainkan atau diselewengkan.

67.092 Keluarga

Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan nontunai BPNT pada Agustus 2019 di Lampung Timur meningkat 4.561 keluarga.

Pada Juni dan Juli 2019 jumlah KPM BPNT di Kabupaten Lamtim tercatat hanya sejumlah 62.531 keluarga. Pada Agustus 2019, jumlahnya meningkat menjadi 67.092 KPM.

Wakil Sekretaris Tim Koordinasi Bansos BPNT 2019 Kabupaten Lamtim, Darmuji, mengatakan, pada 2019 jumlah KPM BPNT sebelumnya tercatat sejumlah 94.004.

Jumlah itu berkurang karena yang berhasil membuka rekening kolektif tercatat hanya 91.690 KPM.

Pada penyaluran BPNT Juni dan Juli 2019, jumlah tersebut berkurang lagi. Sebab pada Juni dan Juli 2019 dimaksud, tercatat hanya 62.531 KPM yang berhasil menarik BPNT.

Pengurangan itu kata Darmuji terjadi karena beberapa faktor diantaranya, meninggal dunia, pindah alamat, bekerja ke luar negeri, data – data kependudukan berubah, kartu ganda.

“Karena beberapa faktor itulah maka jumlah KPM yang dapat menarik BPNT pada Juni dan Juli 2019 itu turun jadi hanya 62.531 KPM,” kata Darmuji.

Jumlah KPM yang berhasil menarik atau mendapatkan BPNT pada Agustus 2019 mengalami kenaikan dibandingkan pada Juni dan Juli 2019. Jika Juni dan Juli 2019 jumlah KPM yang mendapatkan BPNT hanya 62.531, maka pada Agustus 2019 naik 4.561 sehingga menjadi 67.092 KPM.

Naiknya jumlah KPM BPNT pada Agustus 2019 dibandingkan dua bulan sebelumnya kata dia, terjadi karena data kependudukan yang sebelumnya rancu diperbaiki, alamat domisili yang sempat pindah diperbaiki, tidak terjadi lagi kartu ganda.

“Perbaikan data kependudukan dan lain-lain itu nampaknya juga terus dilakukan oleh KPM. Sehingga tindak menutup kemungkinan jumlah KPM BPNT setelah Agustus 2019 bisa bertambah lagi,” kata Darmuji.

 

Loading...