Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemkab tak Cairkan ADD, Ini Penyebab Para Kades di Lampura “Terluka” Hatinya

Pemkab tak Cairkan ADD, Ini Penyebab Para Kades di Lampura “Terluka” Hatinya

912
BERBAGI
Suasana pertemuan perwakilan kepala desa dengan pejabat BPKA Lampung Utara terkait kejelasan nasib tunggakan ADD tahun 2017
Suasana pertemuan perwakilan kepala desa dengan pejabat BPKA Lampung Utara terkait kejelasan nasib tunggakan ADD tahun 2017.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kebijakan Pemkab Lampung Utara yang dikabarkan (telah) melelang ‎proyek pembangunan tahun 2018 dinilai cukup melukai perasaan (hati) para kepala desa. Sebab, kebijakan ini dilakukan di tengah macetnya penyelesaian tunggakan Alokasi‎ Dana Desa (ADD) 2017.

‎”Yang membuat kami sakit (hati) lagi, denger – denger (Pemkab) mau menggelar lelang proyek,” keluh Kepala Desa Kalibening Raya, Abung Selatan, Rudi Fadli saat ia dan koleganya mempertanyakan kejelasan waktu pembayaran tunggakan ADD 2017 dengan Dedi Irawan (Kepala Bidang Perbendaharaan Badang Pengelolaan dan Aset), Senin (7/5/2018).

Dengan (rencana) melelang proyek pembangunan tahun 2018 maka Pemkab seolah – olah sama sekali tidak menghargai keluh kesah dan kerja keras para aparatur desa akibat macetnya ADD 2017. Padahal, selama ini, mereka belum mendapatkan gaji karena Pemkab masih terutang tujuh bulan pembayaran ADD 2017.

‎”Kami enggak digaji, lelang proyek mau digelar. Seolah – olah kami ini enggak dianggap,” sindirnya.‎

BACA: Terkait ADD, Puluhan Kades Kembali Ngluruk ke Kantor Pemkab Lampura

Sebelumnya, seperti yang dilansir dalam laman lampost.co pada Jumat (4/5/2018), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Utara telah melaksanakan gelar lelang paket pekerjaan. Hal itu dikatakan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Lampura, Franstori, Jumat (4/5/2018).

“Proses gelar pekerjaan sedang kita laksanakan, untuk lelang belum sepenuhnya. Tapi kita masih kordinasi terus dengan provinsi,” kata dia.

Menurut Franstori, kabar yang mengatakan saat ini telah di bagi kopelan pekerjaan benar adanya. Dan saat ini pekerjaan mulai dibagi, meski proses lelangnya sendiri masih belum dilakukan. Sebab, instruksi dari Plt Bupati pekerjaan harus cepat dilakukan mengingat waktu yang tersedia tidak banyak.

“Itulah yang sedang kami lakukan saat ini, mulai dari tahap pematangan dilpangan. Sebab, masih banyak berkas yang belum diselesaikan pra kualifikasi lelang,” terangnya.‎