Pemkot Bandarlampung akan Bangun Ekowisata di Pulau Pasaran

  • Bagikan
Pulau Pasaran. (Teraslampung.com/Oyos Saroso HN)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Pulau Pasaran, salah satu kelurahan penghasil ikan teri di Provinsi Lampung, rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan ekowisata dengan hutan mangrove sebai andalannya, Bila rencana itu mulus maka Pulau Pasaran akan menjadi satu-satunya wilayah di perkotaan yang dikelilingi sabuk hijau hutan hutan mangrove.

“Sekarang kita tata dulu. Saya sudah bicara dengan salah satu camat  agar bibit pohon mangrove nantinya ditanami lagi. Nanti juga kita akan bekerjasama dengan Walhi dan Mitra Bentala,” kata Walikota Bandarlampung Herman HN, usai meninjau pembangunan ornamen Wali Sanga di Masjid Al Furqon, Kamis (13/11).

Menurut Herman, pihaknya akan terus mengembangkan potensi wisata lainnya di Kota Bandarlampung.

“Kita akan perbanyak tempat wisata lain, termasuk pantai baru nantinya. Pastinya pengembangan wisata ini tidak akan mengganggu lingkungan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Direktur Walhi Lampung, Bejoe Dewangga, menyambut positif rencana Pemkot Bandarlampung. Menurut Bejoe, adanya hutan mangrove di sekitar Pulau Pasaran sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan,

“Hutan mangrove visa menjadi i pemecah gelombang, sebagai filter air laut agar tidak masuk atau bercampur dengan air di darat, dan penyerap lumpur,” kata Bejoe Dewangga, Kamis ((13/11).

Meski mendukung, Bejoe berharap Pemkot Bandarlampung harus hati-hati dalam dalam menjalankan program ekowisata,

“Pemkot harus punya dasar hukum yang kuat tentang ekowisata hutan mangrove. Jangan sampai nanti sudah menanam malah banyak wisatawan yang tidak bertanggungjawab mencabut atau merusaknya. Karena memang dulunya memang tanaman bakau di Pulau Pasaran sangat banyak, sekarang jadi sedikit,” katanya.


Rizki

  • Bagikan