Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Pemkot Bandarlampung akan Naikkan Target Pemasukan dari Pajak Parkir

Pemkot Bandarlampung akan Naikkan Target Pemasukan dari Pajak Parkir

180
BERBAGI
Meskipun di wilalah Pasar Tengah Bandarlampung ini ada pos pembayaran tiket, tetapi di sini marak parkir ilegal. Pemilik kendaraan harus bayar uang parkir ilegal dua kali lipat dibanding parkir resmi.

TERASLAMPUNG.COM — Pemkot Bandarlampung melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung akan menaikkan target pendapatan dari pajak parkir dari Rp6,3 miliar menjadi Rp10 miliar.

“Sejak bulan Februari 2018 PAD dari pajak parkir mengalami kenaikan yang luar biasa. Target kami pada APBD murni Rp6,3 miliar sekarang sudah terealisasi sekitar 58 persen. Untuk itu kita akan naikkan pada APBD P menjadi Rp10 miliar,” jelas Kepala BPPRD Yanwardi Selasa (25/6) di ruang kerjanya.

Dia mengungkapkan pajak parkir mengalami kenaikan itu sejak dipasang tipping box di 30 tempat antara lain di mal-mal.

“Contoh Mal Boemi Kedaton (MBK) sebelumnya cuma Rp60 juta per bulan, sekarang bisa Rp160 sampai Rp180 juta perbulan, fluktualif lah tergantung ramai gak nya pengunjung,” jelasnya

Menanggapi pertanyaan perbedaan tarif antarmal yang ada di Bandarlampung, Yanwardi menjelaskan tarif lamanya pengungjung yang menentukan adalah pengelola parkir.

“Kami hanya mungut 30 persen dari pendapatan pengelola parkir, soal penentuan tarif lamanya pengunjung yang berbeda-beda itu kita serahkan ke pengelola parkir kita tidak ikut campur,” tambahnya.

Pada kesempata itu juga Kepala BPPRD Yanwardi mengimbau kepada pengelola restoran dan tempat hiburan untuk menggunakan tipping box saat melakukan transaksi.

“Saya mengimbau kepada para wajib pajak dengan kesadaranlah, kita pakai hati nurani. Kalau ini (tipping box) gak dipakai yang makankan gak ketahuan, contoh di bakso Sony dan nasi uduk Toha rupanya orang KPK duduk di situ melihat ke dua tempat itu asyik menggunakan nota biasa/kontan.”

“Ini jadi masalah, begitu ditemukan disidak langsung oleh KPK kami langsung turun dan membuat berita acara,” ungkapnya.

Mantan Karo Keuangan Pemprov Lampung itu mengingatkan para pengusaha untuk tidak nakal karena pihaknya akan melakukan tegas.

“Sementara ini kami akan buat surat teguran bagi yang ketahuan tidak menggunakan tipping box. Kalau sampai tiga kali surat teguran ya kami akan cabut surat izinnya,” tegasnya.

Dandy Ibrahim

Loading...