Pemkot Bandarlampung Beri Bantuan Hukum untuk Anggota Sat Pol PP yang Jadi Tersangka

Walikota Bandarlampung, Herman HN
Walikota Bandarlampung, Herman HN
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Pemkot Bandarlampung akan memberikan bantuan hukum kepada EFZ, anggota Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung yang menjadi tersangka dalam kasus penganiyaan saat menggusur eks-Pasar Griya Sukarame pada tanggal 20 Juli 2018 yang lalu.

“Ada pendampingan hukum, gak ada masalah ya karena kita menjalankan tugas dengan baik,” kata Walikota Herman HN, Jumat (21/6).

Menurutnya apa yang dilakukan oleh Pol PP tersebut sebagai menjalankan tugas dan menjalankan aturan yang ada.

“Kita lihat di pengadilan kan di sana ada saksi. Ini kan pemerintah bukannya swasta, pemerintahkan menjalankan sesuai perundang-undangan,” katanya.

Pada bagian lain Direktur LBH Bandarlampung Chandra Muliawan menegaskan agar Polisi bersikap profesional dalam menangani kasus pemganiayaan ini.

“Kami mengharapkan Polisi untuk bertindak profesional bukti-bukti yang kami bawa sudah cukup lengkap untuk membawa kasus ini ke pengadilan,” katanya.

Dia juga meminta kepada aparat untuk menindaklanjuti laporan dari LBH bukan saja terhadap EFZ tapi masih ada empat laporan yang belum ada progresnya.

“Setelah kasus ini naik, saya harapkan Polisi juga melanjutkan laporan dari kami yang lainnya dimana telah terjadi tindak kekerasan dalam proses penggusuran eks pasar Griya,” ungkap Chandra.

Untuk diketahui Polda Lampung telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (SPDP) pada tanggal 30 April 2019 atas nama tersangka EFZ oknum Pol PP Kota Bandarlampung yang diduga telah melakukan penganiyaan kepada korban KTA yang terjadi tanggal 20 Juli 2018 yang lalu.

Dandy Ibrahim