Pemkot Bandarlampung Diminta Lebih Serius Tangani Masalah Sampah

  • Bagikan
Para pemulung mengais sampah di TPA Bakung, Jumat sore (31/8/2018)
Para pemulung mengais sampah di TPA Bakung, Jumat sore (31/8/2018)

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah Kota  Bandar Lampung diminta lebih serius menangani masalah sampah di Bandarlampung. Wakil ketua DPRD Kota Bandar Lampung Aep Saripudin mengatakan, salah satu yang harus dibenahi adalah tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung.

“Sampah di TPA Bakung sudah mencapai 1.000 ton per hari. Jika tidak ditangani sesegera mungkin, TPA Bakung akan mengalami kelebihan kapasitas,” katanya, Minggu (18/4/20210.

Aep mengaku mengaresiasi jika sampah di TPA Bakung sampah akan di kelola menjadi briket. Tapi jika tidak ditangani di hulunya yaitu di rumah tangga, pasti akan tetap terjadi kapasitas berlebih dalam pengelolaan sampah di TPA.

Menurut Aep, Bandarlampung sebenarnya sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah. Hanya saja dalam Perda nomor 5 tahun 2015 tentang pengelolaan sampah tersebut perlu diseriusi oleh Pemkot menjadi kebijakan teknis.

“Keseriusan ini harus dimulai sejak disusunnya RPJMD,” katanya.

Dalam perda tersebut sudah sangat jelas, salah satu Tugas Pemerintah Daerah dalam Pasal 5 adalah menumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Pemkot juga melaksanakan pengelolaan sampah serta memfasilitasi sarana dan prasarana pengelolan sampah.

Pasal 7 saat Pemkot menyelenggarakan pengelolaan sampah, menetapkan kebijakan dan strategi dalam pengelolaan sampah berdasarkan kebijakan provinsi dan nasional;

Sementara di Pasal 20 dijelaskan dalam pengurangan sampah meliputi kegiatan; pembatasan timbunan sampah; pendauran ulang sampah; dan/atau pemanfaatan kembali sampah.

“Di sinilah diperlukannya peran aparatur pemerintah yang terbawah dari mulai RT, Kepala Lingkungan, Lurah ,dan Camat bahu-membahu memberikan pengertian kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah di masyarakat, mulai pemilahan sampah organik non organik, sampah yang bisa di daur ulang, hingga inovasi pengelolahan sampah menjadi kerajinan yang menarik dan bermanfaat,” katanya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPW PKS Lampung ini mengatakan sampah jika dikelola secara benar sesuai klasifikasinya bisa menghasilkan nilai ekonomis. Misalnya mengelola sampah organik menjadi pupuk organik yang hasilnya bisa sebagai pupuk tanaman pekarangan warga yang bisa menjadi tempat penghijauan di lingkungan pekarangan rumah.

“Atau pupuk organik bisa dijual sebagi nilai tambah ekonomi masyarakat. Atau sampah organik sebagai media ruang magot yang hasilnya bisa dijual sebagai pakan ikan atau burung. Poin pentingnya adalah mengurangi masuknya kapasitas sampah ke TPA Bakung,” kata dia.

Aep mengatakan, untuk mewujudkan itu semua  perlu kebijakan Walikota dan keseriusan aparatur di bawahnya.

“Agar kebijakan ini mengikat dalam program pembangunan, perlu dimasukan dalam RPJM. Jika ini diseriusi, mungkin saatnya meraih Bandarlampung meraih Piala Adipura kembali dalam periode 2021-2026 kepemimpinan Bandarlampung,” tandasnya.

  • Bagikan