Beranda News Bandarlampung Pemkot Bandarlampung Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban

Pemkot Bandarlampung Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban

277
BERBAGI
Pemeriksaan hewan kurban di Jl Rasuna Said Bandarlampung

TERASLAMPUNG.COM — Untuk menjamin kesehatan hewan kurban,Dinas Pertanian Pemerintah Kota Bandarlampung melakukan pemeriksaan di sentra – sentra perdagangan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan  tujuannya agar hewan yang dijual dalam kondisi sehat.

“Kami ingin menjamin hewan yang dibeli masyarakat untuk berkurban itu sehat, terutama tidak terkena penyakit yang bisa menular ke manusia,” jelas Kadis Pertanian Bandarlampung Agustin di tempat pedagang hewan kurban Jalan HR. Rasuna Said Rabu (15/8)

Dari hasil pemeriksaannya, hewan – hewan kurban baik sapi dan kambing yang dijual pedagang musiman itu semuanya sehat dan layak untuk kurban.

“Pedagang itu pintar – pintar mereka menjual hewan kurban pasti yang sehat – sehat, kalaupun sakit paling yang ringan – ringan seperti sakit mata atau cacing, kita obatin langsung sembuh,” ujar Agustin

Lebih lanjut dia menjelaskan sedikitnya 4000 ekor kambing dan 1500 ekor sapi yang dijual di lapak – lapak hewan kurban di Bandarlampung dan semua hewan itu diperiksa kesehatannya.

“Kami bekerjasama dengan dokter hewan dari provinsi juga sarjana peternakan untuk meneriksa semua hewan kurban sapi maupun kambing yang di jual di lapak – lapak dan kami melakukan pemeriksaan itu hingga H+2 Iduladha,” jelasnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmafet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Fuadi, menjamin hewan kurban asal Lampung kondisinya sehat sebab pihaknya sudah melakukan antisipasi.

“Untuk antisipasi, 3 bulan yang lalu kami sudah memberikan 600 liter obat cacing ke peternak makanya kami berani menjamin kalau hewan lokal itu dijamin kesehatannya,” kata Anwar Fuadi.

Selanjutnya dia memberikan 4 cara memilih hewan kurban yang sehat, pertama hewan aktif, tidak lesu, kedua mata bersih dan cerah serta bulunya mengkilap, ketiga buah zakar lengkap ukurannya simetris, keempat mata, hidung, mulut, anus serta lubang kelamin bersih tidak ada leleran.

Sementara itu satu minggu menjelang hari raya Iduladha penjualan hewan kurban di jalan Rasuna Said belum mengalami kenaikan.

“Beda – beda tipis pak kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang saya baru jual sapi 1 ekor tahun lalu pada waktu yang sama 2 ekor, sedangkan kambing tahun lalu 25 ekor, sekarang baru laku 18 ekor,” jelas Rasyid pemilik salah satu lapak.

Dia juga mengungkapkan semua hewan yang dia jual berasal dari Lampung, sapi di belinya dari Wates Lampung Tengah sedangkan kambing dibeli di pasar di Pringsewu, sedangkan harga jualnya dibagi dua harga terendah dan tertinggi.

“Sapi saya jual ada yang Rp. 16 juta sampai Rp.18,5 juta, kalau kambing paling murah Rp. 1,5 juta yang mahal Rp. 4 jutaan,” jelas Rasyid yang sehari – hari bekerja sebagai office boy di rumah sakit swasta.

Dandy Ibrahim