Pemkot Bandarlampung – UBL Gelar Pelatihan “Good Governance”

Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Pemkot Bandarlampung bekerja sama dengan Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar Pelatihan Peningkatan Pelayanan Publik Dalam Implementasi Good Governance (P4DIG2) bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bandar Lampung, Sabtu (3/12/2016).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium Gedung L Kampus Dra. Hj. Sri Hayati Barusman itu diikuti ratusan peserta. Bertindak sebagai pemateri Kepala Program Studi Magister Ilmu Administrasi, Dr. H. Yadi Lustiadi, M.Si., dengan moderator Dosen FISIP UBL, Dr. Malik, M.Si.

Pelatihan dihadiri Walikota Drs. Herman HN, M.M, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Badri Tamam, Asisten IV Bidang Administrasi Umum, Drs. H. Edi Santoso, Kepala Dinas (Kadis),Kepala bidang (kabid), para pejabat eselon II, III, hingga camat di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandarkampung.

Walikota Herman HN mengapresiasi diadakannya pelatihan P4DIG2 UBL. Menurut Herman pelatikan ini merupakan upaya Pemkot Bandarlampung dalam peningkatan pelayanan publik.

“Secara teknis, pelayanan kita sudah baik ditingkat nasional.Terbukti, Rabu depan (7/12/2016), kita mendapatkan penghargaan pelayanan kota terbaik tingkat nasional dari Ombudsman RI, bersama dua daerah lain dan pembekalan ini agar ibu dan bapak (peserta) mendapat teori memperhatikan segala keperluan dan mampu mengabdi penuh pada masyarakat,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik UBL mewakili Rektor UBL, Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, M.B.A., mengatakan kegiatan ini digelar untuk mendukung visi dan misi Walikota Bandarlampung HN yang memberikan perhatian lebih dan ingin menjadikan birokrasi Kota Bandar Lampung mampu melayani segala perizinan dengan baik.

Yadi Lustiadi, pemateri,menekankan pentingnya P4DIG2 supaya Pemerintah Kota Bandar Lampung mampu menciptakan inovasi, pemeliharaan dan peningkatan tata pemerintahan yang prima seperti halnya di Negara Jepang , berupa konsep Kaizen.

“Jadi, pelatihan ini sangat bermanfaat terutama dari segi pengembangan perkotaan yang terfokus pada pola penyelenggaraan/tata kota, pengembangan SDM hingga fungsi kelembagaan yang efektif,” katanya.